Suara.com - Kasus penipuan yang dilakukan oknum tentara gadungan kerap meramaikan pemberitaan. Bahkan kali ini sang tentara gadungan tega meninggalkan calon istrinya di hari pernikahan mereka setelah menipu hingga ratusan juta.
Kisah ini terjadi di Provinsi Prachinburi, timur Thailand, dan dialami oleh seorang wanita yang seharusnya menggelar pernikahan pada 1 Mei 2022 kemarin. Miris, sang calon pengantin pria nyatanya malah tidak hadir di pernikahan tersebut.
Namthip (40) adalah seorang wanita yang bekerja sebagai buruh pabrik di Distrik Kabin Buri. Hingga ia berkenalan dengan Suwannahong, atau yang lebih akrab disapa Ek.
Kepada Namthip, Ek mengaku sebagai seorang tentara dengan pangkat Sersan Mayor. Namun belakangan terungkap kalau Ek bukanlah siapa-siapa lantaran namanya tidak terdaftar di pusat data anggota tentara Thailand.
"Aku dan kekasihku, yang mengaku sebagai Sersan Mayor, sudah menjalani hubungan sejak Desember akhir tahun lalu. Dia juga mengaku sebagai pengawal dari politikus lokal di Subdistrik Nadi," tutur Namthip kepada media lokal yang mewawancarainya.
Meski baru menjalin hubungan dalam waktu singkat, Namthip sudah merasa yakin bisa mengarungi bahtera rumah tangga dengan Ek. Apalagi karena Ek sendiri, menurut Namthip, adalah sosok yang sangat terlihat meyakinkan sebagai seorang anggota militer.
"Kepribadian, penampilan, gaya bicaranya, semua membuat saya percaya dia benar-benar tentara dan pengawal. Karena itu saya merasa tidak perlu memeriksa kebenarannya (soal status sebagai tentara) ketika kami masih berpacaran," jelas Namthip.
"Dia laki-laki yang baik, bisa berbaur dengan baik di keluarga saya juga, benar-benar berhasil mengambil hati kami," tegasnya menambahkan, seperti dikutip Suara.com dari The Thaiger, Selasa (10/5/2022).
Namthip dan Ek semakin serius sampai sudah merencanakan pernikahan. Pihak keluarga Namthip meminta Ek untuk memberikan mas kawin sebesar 200.000 Baht Thailand, atau setara Rp 84,1 juta serta emas.
Baca Juga: Alin Pangalima, Mahasiswi Ingin Jual Ginjal Demi Bangun Jembatan Selamatkan Warga Desanya
Namun sebagai gantinya Namthip akan mempersiapkan terlebih dahulu pernikahan mereka, yang bahkan menghabiskan hingga 300.000 Baht Thailand. Bila dikonversikan, biaya yang dihabiskan Namthip untuk pernikahannya mencapai Rp 126,3 juta.
Dengan uang tersebut, Namthip mempersiapkan upacara dan tradisi pernikahan ala Cina. Tak hanya itu, ia juga menyiapkan sekitar 50 meja beserta makanan dan minuman lengkap untuk para tamunya.
Hingga pada hari H pernikahan, Namthip dan keluarga sudah hadir. Namun sampai berjam-jam berlalu, Ek tidak juga hadir untuk menikahinya. Ketika Namthip berusaha menghubungi pun tak ada balasan dari Ek.
Satu-satunya komunikasi terakhir yang dilakuan Namthip dan Ek adalah pada pagi hari. Yakni sekitar pukul 7 pagi Ek menghubungi Namthip dan memprotes besaran mas kawin yang diminta oleh keluarga sang mempelai perempuan.
Tak ada titik temu, pembicaraan itu lantas berakhir begitu saja dan setelahnya Ek sama sekali tak bisa dihubungi oleh Namthip bahkan sampai berhari-hari setelahnya.
Namthip mengaku, selama hubungan mereka, ia memang tidak pernah bertemu dengan keluarga Ek. Namthip selalu berusaha untuk bertemu dengan kerabat Ek di daerah terdekat domisili mereka, namun Ek selalu memberi alasan untuk menolaknya.
Berita Terkait
-
Alin Pangalima, Mahasiswi Ingin Jual Ginjal Demi Bangun Jembatan Selamatkan Warga Desanya
-
"Kim Jong Un" Tiba-tiba Datang ke Kondangan dan Sumbang Lagu, Netizen: Ternyata Suka Dangdut Juga
-
Lagi KKN, Perempuan Ini Curhat Dapat Chat Genit dari Kades yang Sudah Punya Anak dan Istri
-
Perekam Video Tiga Bocah Pamer Alat Vital di Purbalingga Ternyata Wanita, Ini Sosoknya
-
Viral AC Pesawat Diduga Malaysia Airlines Rusak, Sejumlah Anak Nangis Kegerahan Hingga Buka Baju
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji