Suara.com - Mantan Kepala Staf Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) Jenderal (Purn) Widjojo Soejono meninggal dunia di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/5/2022) karena sakit. Mendiang Widjojo wafat di usia 94 tahun.
Mendiang Jenderal Widjojo Soejono disemayamkan di kediamannya Jalan Karangasem I, Kuningan, Jakarta Selatan. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyempatkan diri untuk melayat ke rumah duka.
Dalam kesempatan itu, Jenderal Dudung menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya putra terbaik TNI Angkatan Darat tersebut.
“Dharma bakti almarhum kepada bangsa dan negara semasa hidup bisa kita jadikan tauladan dan kita doakan semoga Almarhum mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya. Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Dudung.
Almarhum Jenderal TNI Purn Widjojo Soejono lahir di Tulungagung, Jatim, 9 Mei 1928. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Kopassus ke-6 dari tahun 1967 hingga 1970.
Karier militer mendiang bisa dikatakan cukup cemerlang. Ia pernah menjabat Panglima Kodam VIII/Brawijaya (1971-1975), Panglima Kowilhan III ( Sulawesi - Kalimantan ) (1975-1978), kemudian Panglima Kowilhan II (Jawa, Nusra dan Timor Timur) (1978-1980), Kendali operasional terhadap Operasi militer di Timor Timur dan pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kopkamtib (1980-1982) dengan pangkat Jenderal TNI.
Mendiang akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada pukul 14.00 WIB, bertindak sebagai Inspektur upacara pada acara pemakaman Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
Berita Terkait
-
Jenderal Dudung Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Jenderal (Purn) Widjojo Soejono
-
Menhan Prabowo Bertemu KSAD Singapura, Bahas Perjanjian Kerja Sama Pertahanan
-
Apresiasi Jenderal Dudung Ke 2 Prajurit TNI Kalahkan Komplotan Begal Di Kebayoran Baru: Cerminan Perintah Harian KSAD
-
Tangkap Pembunuh Babinsa dan Istrinya, Tim TNI AD-Polri Dapat Penghargaan dari KSAD Jenderal Dudung
-
Beri Penghargaan Ke Tim Penangkap Pelaku Pembunuhan Babinsa Di Papua, Ini Kata Jenderal Dudung
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar