Suara.com - Buruh dan mahasiswa demonstrasi hari ini. Salah satunya memperingati Hari Reformasi 12 Mei. Ada sejumlah jalan yang perlu dihindari agar tidak terjebak kemacetan.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk sementara menghindari kawasan Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Pantauan di kawasan Patung Kuda pada Kamis siang, pihak kepolisian untuk sementara menutup Jalan Medan Merdeka Barat hingga Harmoni dan sebaliknya.
Namun arus lalu lintas dari arah Budi Kemuliaan menuju Thamrin dan Medan Merdeka Selatan maupun sebaiknya masih dibuka normal dan tidak terlihat adanya kepadatan arus lalu lintas.
Selain massa buruh, hari ini juga digelar aksi unjuk rasa oleh elemen mahasiswa dalam rangka peringatan Hari Reformasi 12 Mei.
"Hari ini kalau enggak terlalu perlu hindari kawasan Patung Kuda cari jalan lain supaya enggak terjadi kepadatan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Kamis.
Sambodo menyebutkan penutupan arus lalu lintas di ruas jalan Medan Merdeka Barat hingga Harmoni sesuai kondisi di lapangan.
"Nanti kita lihat karena terakhir adik-adik mahasiswa akan beri aspirasi," ujar Sambodo.
Meski demikian Sambodo mengungkapkan pihak Ditlantas Polda Metro Jaya hari telah menyiagakan 300 personel untuk mengawal arus lalu lintas di lokasi unjuk rasa agar masyarakat yang masih beraktivitas di sekitar lokasi demo tidak terjebak kemacetan. (Antara)
Baca Juga: Fakta-fakta Kemacetan di Gunung Bromo saat Libur Lebaran 2022, Pengunjung Membeludak
Berita Terkait
-
AI di Balik Lampu Merah: Solusi Cerdas atau Sekadar Jargon Estetik Penambal Macet?
-
Benarkah Naik Transportasi Umum Bisa Efektif Kurangi Emisi?
-
Hindari Macet, Kapan Waktu Terbaik Berangkat Arus Balik agar Sampai di Jakarta Pagi Hari?
-
6 Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Dalam Mobil saat Terjebak Macet Arus Mudik
-
Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk Bali, Antrean Kendaraan 30 KM
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas
-
Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!
-
Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!
-
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
-
Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan
-
Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!
-
Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran
-
Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?