News / Nasional
Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:43 WIB
Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). [Suara.com/Dea Hardianingsih]
Baca 10 detik
  • Ketua Umum KASBI, Sunarno, memimpin aksi unjuk rasa Hari Buruh Internasional di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.
  • Pihak KASBI menerima intimidasi berupa peretasan akun WhatsApp dan aksi doxing setelah menyebarkan seruan aksi May Day.
  • KASBI memilih tetap turun ke jalan menyuarakan aspirasi daripada menghadiri undangan acara May Day Fiesta bersama pemerintah.

Suara.com - Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno, mengungkapkan pihaknya sempat mendapatkan intimidasi setelah menyebarkan seruan aksi May Day.

Hal itu ia sampaikan dalam aksi unjuk rasa untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.

Awalnya, ia menceritakan bahwa pihaknya mendapatkan undangan untuk mengikuti May Day Fiesta di Monas bersama Presiden Prabowo Subianto.

Namun, KASBI memilih untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya kepada DPR RI. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada intimidasi yang berkaitan dengan undangan tersebut.

“Kalau dari pemerintah, maksudnya yang kelihatan, dari panitia aksi May Day Fiesta memang tidak ada tekanan. Ya, mereka mengundang, mereka mengajak, tapi kami memilih garis aksi May Day ini masih harus dilakukan dengan cara turun ke jalan,” kata Sunarno di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).

Namun, ia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya dan KASBI mendapatkan intimidasi setelah menyampaikan seruan aksi.

“Di beberapa waktu kemarin memang saya atau beberapa pimpinan KASBI mendapatkan intimidasi dalam bentuk lain, misalnya akun WhatsApp saya sempat menghilang sehingga tidak bisa diakses, lalu doxing juga ke pengurus kami karena membuat postingan seruan aksi May Day bersama rakyat,” ungkap Sunarno.

“Tapi kami tetap teguh pada pendirian, kami tetap melakukan aksi May Day bersama rakyat di depan DPR,” tandasnya.

Baca Juga: May Day dan Nasib Lulusan Baru: Gaji Dipotong Paksa, Kerja Borongan

Load More