- Ketua Umum KASBI, Sunarno, memimpin aksi unjuk rasa Hari Buruh Internasional di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.
- Pihak KASBI menerima intimidasi berupa peretasan akun WhatsApp dan aksi doxing setelah menyebarkan seruan aksi May Day.
- KASBI memilih tetap turun ke jalan menyuarakan aspirasi daripada menghadiri undangan acara May Day Fiesta bersama pemerintah.
Suara.com - Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Sunarno, mengungkapkan pihaknya sempat mendapatkan intimidasi setelah menyebarkan seruan aksi May Day.
Hal itu ia sampaikan dalam aksi unjuk rasa untuk memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.
Awalnya, ia menceritakan bahwa pihaknya mendapatkan undangan untuk mengikuti May Day Fiesta di Monas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Namun, KASBI memilih untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya kepada DPR RI. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada intimidasi yang berkaitan dengan undangan tersebut.
“Kalau dari pemerintah, maksudnya yang kelihatan, dari panitia aksi May Day Fiesta memang tidak ada tekanan. Ya, mereka mengundang, mereka mengajak, tapi kami memilih garis aksi May Day ini masih harus dilakukan dengan cara turun ke jalan,” kata Sunarno di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Namun, ia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya dan KASBI mendapatkan intimidasi setelah menyampaikan seruan aksi.
“Di beberapa waktu kemarin memang saya atau beberapa pimpinan KASBI mendapatkan intimidasi dalam bentuk lain, misalnya akun WhatsApp saya sempat menghilang sehingga tidak bisa diakses, lalu doxing juga ke pengurus kami karena membuat postingan seruan aksi May Day bersama rakyat,” ungkap Sunarno.
“Tapi kami tetap teguh pada pendirian, kami tetap melakukan aksi May Day bersama rakyat di depan DPR,” tandasnya.
Baca Juga: May Day dan Nasib Lulusan Baru: Gaji Dipotong Paksa, Kerja Borongan
Berita Terkait
-
May Day dan Nasib Lulusan Baru: Gaji Dipotong Paksa, Kerja Borongan
-
Peringatan May Day di DPR RI, Buruh Desak Perubahan Ketenagakerjaan
-
Tak Mau Ikut May Day Fiesta, KASBI Desak DPR Buat Kebijakan Pro Buruh
-
1 Mei Hari Buruh, Ini Sejarah dan Tragedi di Baliknya
-
Perayaan Hari Buruh di Monas bersama Presiden Prabowo
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya
-
BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid
-
BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit
-
Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar