Suara.com - Media sosial sedang diramaikan dengan video keributan sepasang pria dan wanita. Teriakan keras terdengar bersahut-sahutan, tak peduli keributan tersebut telah menjadi tontonan warga.
Namun yang membuat video unggahan akun @unyek04 ini semakin disorot adalah kehadiran seorang anak kecil di antara keduanya. Tampak bocah laki-laki itu berusaha masuk di antara kedua orang dewasa yang sedang berdebat sengit.
Melansir keterangan dari akun Instagram @terangmedia yang mengunggah ulang konten tersebut, wanita itu rupanya memang jarang pulang sehingga kini dijemput paksa.
"Karena jarang pulang, ibu ini dicari anaknya. Pas udah ketemu, terjadilah keributan karena ibunya menolak untuk diajak pulang ke rumah," tulis @terangmedia, dikutip Suara.com pada Senin (16/5/2022).
Sejak awal video telah terdengar teriakan ibu itu yang menolak untuk diajak pulang. Ia semakin mundur, bahkan tak ragu menepis tangan sang anak yang berusaha mendekatinya.
"Nggak mau!" seru ibu itu berkali-kali.
"Anakmu itu yang minta pulang!" balas sang suami dengan nada tidak kalah tinggi.
Perdebatan semacam itu terdengar berulang beberapa kali. Sementara si bocah laki-laki kemungkinan hanya bergerak mengikuti instingnya untuk mencegah sang ibunda kembali pergi.
Dengan tubuh kecilnya, bocah itu berusaha menahan ibunya yang terus memberontak. Meski berkali-kali dihempaskan, bocah itu tetap berupaya menahan kepergian sang ibunda.
Baca Juga: Kisah Badarawuhi Versi Lurah Desa Bikin Tawa Publik Meledak: Kabarnya Sempat Jadi RT
"Anakmu yang minta pulang, Mi," ujar suaminya lagi, yang tak diindahkan oleh sang istri. Bahkan kemudian wanita itu terekam sempat mendorong anaknya agar menyingkir.
Meski begitu, wanita tersebut akhirnya berhasil digiring paksa untuk masuk ke dalam mobil. Beberapa warga sempat terekam mencoba membantu, namun yang lain menahannya karena merasa masalah tersebut adalah urusan pribadi.
Video singkat yang tak disertai keterangan kapan dan di mana direkam ini sukses menjadi sorotan publik. Namun tidak semua mengecam tindakan ibu tersebut, beberapa warganet rupanya malah mencemaskan penyebab si ibu sampai menolak untuk pulang.
"Yang membuat dia gak mau pulang karena apa.. Itu yang harus dimusyawarahkan. Apa karena udah ada yang lain / ada KDRT," komentar warganet.
"Seharusnya diabwa kekantor polisi biar dislesaikan, takutnya ibu trauma sesuatu dengan suami," kata warganet lain.
"Tindakan warga sudah benar, jika urusan pribadi tidak usah ikut campur, cukup memantau saja apabila sampai terjadi kekerasan baru bertindak," imbuh warganet.
Berita Terkait
-
Geger Wanita di Cianjur Nekat Poliandri hingga Diusir Warga, Nikah dengan Suami Pertama Sudah 13 Tahun
-
Viral Belum 30 Menit Parkir, Bus Diminta Bayar Rp 100 Ribu, Akhirnya Juru Parkir Ini Ditangkap Polisi
-
Viral, Lelaki Lamar Kekasih Di Pemakaman Ayah Sang Pacar
-
Bukan Main! Iklan Spanduk Sunat Janjikan Hasil Sangat Estetik, Warganet: Jangan Ngadi-adi Deh
-
Balap Liar Terlalu Mainstream, Ini Potret Adu Suara Knalpot yang Bikin Melongo
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan