News / Internasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB
Ilustrasi Hantavirus. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius meninggal dunia akibat infeksi virus Andes di Samudra Atlantik baru-baru ini.
  • WHO mengonfirmasi delapan kasus infeksi hantavirus di kapal tersebut, namun menilai risiko kesehatan global masih tetap rendah.
  • Hantavirus bukanlah penyakit baru karena telah diidentifikasi sejak tahun 1950-an dan beredar luas pada populasi hewan pengerat.

Suara.com - Kasus Hantavirus yang menewaskan 3 orang penumpang kapal pesiar MV Hondius membuat heboh publik.

Menariknya di platform sosial media X, netizen juga dihebohkan dengan cuitan lama sebuah akun yang menuliskan tentang kemunculan Hantavirus.

Akun X @iamasoothsayer pada cuitan tertanggal 11 Juni 2022 menuliskan bahwa wabah Covid-19 akan berakhir pada 2023.

Setelahnya si pemilik akun menuliskan pada 2026 akan muncul hantavirus.

Sontak saja cuitan itu pun membuat netizen heboh. Salah satu akun X bahkan bertanya kepada Grok, aplikasi AI soal kebenaran cuitan tersebut.

Dalam penjelasannya, Grok menuliskan bahwa cuitan tersebut hanya kebetulan yang menyeramkan namun bukan ramalan nyata.

Viral! Akun Ini Berkicau Soal Kemunculan Hantavirus di 2026 Pada Juni 2022, Kok Bisa? [Tangkap layar X]

Faktanya, hantavirus bukan penyakit baru, melainkan virus yang telah lama ada dan beredar di populasi hewan pengerat (tikus) selama berdekade-dekade.

Dilansir dari sejumlah sumber, hantavirus pertama kali diidentifikasi secara signifikan selama Perang Korea (sekitar tahun 1950-an), di mana ribuan tentara jatuh sakit akibat demam berdarah yang kemudian diketahui disebabkan oleh virus ini.

Pada 1976, virus tersebut berhasil diisolasi oleh Dr. Ho Wang Lee pada tahun 1976.

Baca Juga: Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

Bahkan seperti dikutip dari Kemkes, hantavirus telah ada di Indonesia sejak tahun 1980-an, dengan seroprevalensi pada manusia mencapai sekitar 11,6%.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengonfirmasi lima kasus hantavirus yang terkait dengan kematian penumpang di kapal pesiar Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik.

Selain lima kasus positif, tiga kasus lain masih berstatus suspek dan sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.

Insiden ini terjadi di kapal berbendera Belanda tersebut yang tengah melakukan pelayaran dari Cape Verde menuju Pulau Tenerife di Spanyol.

Meski situasinya dinilai serius, WHO menyebut risiko terhadap kesehatan publik global masih rendah.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Inggris mengenai klaster penyakit pernapasan berat yang muncul di atas kapal.

Load More