Suara.com - Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar melakukan pengecekan ke atas dome di Gedung Nusantara atau gedung kura-kura. Pengecekan itu terkait dengan DPR RI yang akan melakukan waterproofing di area dome.
Sebelum naik ke atas dome, Sekjen Indra bersama awak media terlebih dulu masuk ke ruang paripurna untuk melihat kondisi atas. Dari dalam, tampak memang ada bagian yang gompal dan bercak seperti bekas rembesan air.
Selanjutnya, Indra bersama awak media naik ke atas dome menggunakan tangga. Dari area luar, terlihat memang warna dome yang hijau sudah mulai memudar.
Bukan cuma pudar, melainkan warna hijau tersebut tampak belang jika dilihat lebih dekat. Sebab ada bagian dome yang bewarna hijau tua, namun juga ada yang bewarna hijau pudar.
Sebelumnya, Indra menjelaskan ihwal pengecatan dome di Gedung Nusantara atau gedung kura-kura di Kompleks Parlemen Senayan yang menggelontorkan dana Rp 4,5 miliar.
Ia menegaskan pengecatan itu bukan sekadar pengecatan melainkan waterproofing.
"Soal kronologi pengecatan dome gedung DPR, Nusantara. Sebenarnya bukan pengecatan lebih pasnya waterproofing," kata Indra di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (17/5/2022).
Pengerjaan waterproofing memang perlu dilakukan sebagai bagian dari perawatan gedung. Indra berujar terakhir kali DPR melakukan waterproofing terhadap dome pada tahun 2015.
"Karena itu adalah bangunan heritage yang harus kita rawat banyak bagian-bagian yang menggelembung, kalau mau lihat bisa ikutan ke atas atap. Bagian gelembung kemudian dia menampung, gelembung itu kemudian mengelupas strukturnya banyak retakan-retakan," kata Indra.
Baca Juga: Sempat Enggan Lockdown, DPR Akhirnya Tutup Gedung Nusantara I
Belum lagi, lanjut Indra timbulnya jamur yang masuk ke struktur beton bangunan dome.
Tahun ini, waterproofing harus kembali dilakukan. Bukan saja untuk perawatan melainkan juga dalam rangka menyambut acara P20 di Indonesia.
"Sehingga kita melakukan kembali waterproofing untuk persiapan acara kenegaraan yang akan dilaksanakan pada 6 Agustus itu nota APBN pemerintah presiden kemudian tanggal 5-6 Oktober itu akan ada pertemuan P20 yang dihadiri 20 kepala parlemen dunia plus undangan 20 kepala parlemen dunia. Sekitar 40 ketua parlemen dunia pada 5-6 Oktober," tutur Indra.
Berita Terkait
-
Ada Gelembung dan Timbul Jamur jadi Alasan Dome Gedung Kura-kura DPR Dilakukan Waterproofing
-
Antibocor di Musim Hujan, Ini Jenis-jenis Waterproofing untuk Rumah
-
Sempat Enggan Lockdown, DPR Akhirnya Tutup Gedung Nusantara I
-
Pangeran Khairul Saleh Dilantik Jadi Wakil Ketua Komisi III
-
Kondisi Terkini di Gedung Nusantara III DPR Usai Dipenuhi Asap
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen
-
Dua Tanker Diledakkan, Iran Kirim Ultimatum: Harga Minyak Akan Melonjak Brutal!
-
Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan