Suara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto merespons cepat penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membatasi keluar sapi di Mojokerto.
Bersama pihak kepolisian dan TNI, petugas Dinas Pertanian Pemkab Mojokerto melakukan penyekatan keluar masuk hewan ke daerah berjuluk Bumi Majapahit ini, sekira pukul 22.00 WIB, Kamis (19/5/2022). Ini guna menekan laju penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Pantauan di lokasi, sejumlah petugas gabungan melakukan pengecekan terhadap seluruh kendaraan truk yang melintas di jalan raya Bypass Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Satu persatu kendaraan truk diperiksa, hasilnya petugas mendapati adanya mobil pickup yang mengakut dua ekor sapi.
Petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap dua ekor sapi jenis limosin tersebut. Dimulai dari pengecekan pada bagian mulut, lidah, hingga bagian lutut serta kuku kaki. Sebab, virus PMK menyerang pada bagian-bagian tersebut.
Pemilik sapi, Mukminin (49) mengungkapkan, sapi yang diangkutnya tersebut baru saja dibeli dari Irul, warga Pakis, Kecamatan Trowulan. Rencananya sapi tersebut akan dibawa pulang ke Kintelan, Kecamatan Puri untuk dijual kembali.
"Beli dari Pak Irul tadi, dua ekor. Mau dibawa ke Trowulan. Saya memang (bekerja) jual beli sapi," kata Mukminin kepada awak media, Kamis (19/5/2022) malam.
Mukminin mengetahui jika saat ini virus PMK tengah mewabah di Kabupaten Mojokerto. Namun, ia tak mengetahui secara pasti jika ada larangan membawa masuk sapi ke wilayah Mojokerto. Ia mengaku hanya mendengar kabar tersebut dari mulut ke mulut.
"Ya cuma dengar-dengar gitu, katanya tidak boleh beli sapi dari luar kemudian dibawa ke Mojokerto," ucap pria yang sudah 26 tahun menggeluti bisnis jual beli sapi ini.
Termasuk soal harus adanya surat keterangan kesehatan hewan yang dikeluarkan Disperta Kabupaten Mojokerto jika sapi akan diperjualbelikan atau dikirim ke kecamatan lain di wilayah Mojokerto. Sehingga saat ditanya petugas, Mukminin pun tak bisa menunjukan surat tersebut.
Baca Juga: Update Wabah PMK di Mojokerto, 437 Ekor Sapi Sembuh, 26 Ekor Mati Terinfeksi PMK
"Tidak tahu kalau harus ada surat itu, tahu saya tidak boleh beli dari luar daerah terus dibawa ke sini, kalau masih sama-sama Mojokerto katanya boleh," ungkap Mukminin.
Mukminin berharap wabah virus PMK ini bisa segera teratasi. Sehingga bisnis jual beli sapi yang sudah dilakukannya sejak ia masih berusia 23 tahun itu bisa kembali normal. Lantaran serangan virus PMK ini diakui Mukmini sangat berimbas pada bisnis jual beli sapi.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan dua ekor sapi milik Mukminin ini dinyatakan sehat. Petugas Disperta Kabupaten Mojokerto yang mengecek secara langsung, tidak menemukan adanya indikasi sapi yang masih berusia 1,2 tahun itu terpapar virus PMK.
"Tadi sapinya sehat, tidak ada indikasi terpapar PMK. Kemudian sapi juga berasal masih dari wilayah Mojokerto sehingga bisa dilalulintaskan. Tadi kita berikan juga surat keterangan kesehatan hewan," kata Kabid Kesehatan Hewan Disperta Kabupaten Mojokerto, drh Agoes Hardjito.
Menurut Agoes, selama virus PMK masih mewabah, pihaknya memang melarang adanya lalu lintas keluar masuk sapi dari luar daerah. Itu dilakukan, tak lain sebagai upaya menekan penularan virus Foot and Mouth Disease, baik di wilayah Mojokerto maupun di daerah lain.
"Kalau diperiksa sapinya itu sehat, boleh dilalulintaskan, asalkan masih dalam satu kabupaten, tetapi kalau sapinya sakit harus ditolak dan dikembalikan kepada pemiliknya untuk disembuhkan dulu," ucap Agoes.
Berita Terkait
-
Bukan PMK, Tiga Kambing Milik Warga Ciamis Mati Terkena Penyakit Ini
-
16 Sapi di Sumsel Terjangkit PMK, Ini Lokasi Persebarannya
-
Sapi Terindikasi Suspect PMK di Kabupaten Malang Kini Capai 280 Ekor
-
Warga Sulawesi Tengah Diminta Tidak Panik Dengan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku
-
Wabah PMK di Jombang Meluas Total 9 Kecamatan, 224 Sapi Terindikasi Terpapar
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen
-
Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027
-
Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA
-
Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak
-
Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib
-
Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong