Suara.com - Presiden Pemuda Asia Afrika atau Asian African Youth Government (AAYG) Respiratori Saddam Al-Jihad mengajukan beberapa hal dalam proses menyelesaikan perang antara Rusia dan Ukraina.
Saddam mendorong perang antara Rusia dan Ukraina dihentikan. Dia pun, menekankan untuk melakukan solusi yang tepat kepada kedua belah pihak.
"Sebagai representasi Indonesia di MUN (Model United Nations) saya memiliki harapan besar kepada negara-negara untuk mendorong agar perang Rusia-Ukraina segera berakhir. Perlu solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menekankan hentikan intervensi dari luar," kata Saddam ditulis Selasas (24/5/2022).
Dalam hal ini, Saddam menyampaikan dalam forum MUN The Best Diplomats dengan fokus pembahasan Russian-Ukraine Crisis.
Adapun, Saddam memberikan beberapa arahan terkait persoalan Rusia-Ukraina. Diantaranya, pihak terkait menilai permasalahan ini secara objektif.
"Pertama, adanya dewan internasional yang menilai secara objektif akar persoalan perang Rusia-Ukraina. Kedua, tidak membawa kepentingan baik kedua belah pihak yang bertikai maupun pihak eksetrnal. Dewan nantinya berfungsi menjadi mediator untuk menemukan win-win solution," ucapnya.
"Ketiga, menegaskan Amerika untuk menghentikan pembangunan senjata militer biologi, biological miletary weapon, yang dibangun dan dikembangkan di Ukraina. Jika tidak dihentikan, bukan hanya mengancam masyatakat Rusia tetapi juga dunia," sambungnya.
Dengan ini, Saddam berharap agar sanksi pada sektor ekonomi segera dicabut. Hal ini, berdampak negatif ke ekonomi negara-negara Eropa karena ketergantungan gas dan minyak ke Rusia.
Baca Juga: Krisis Finansial, Spartak Moscow Bubarkan Tim Lapis Kedua
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi