Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempromosikan kawasan Kepulauan Seribu sebagai tempat bekerja secara daring sekaligus berwisata (digital nomad) yang kini menjadi tren di masyarakat.
"Biasanya 'digital nomad' ini entitas baru. Ini unik, mereka bekerja tapi tidak terbatas lokasi, kami ingin mereka yang memiliki produktivitas dan mobilitas tinggi itu bisa memanfaatkan Kepulauan Seribu," kata Anies di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Selasa (24/5/2022).
Gubernur DKI menambahkan pihaknya menyiapkan sekitar 9.000 titik jaringan internet gratis di seluruh Jakarta termasuk kawasan wisata di Kepulauan Seribu.
"Kami siapkan 'free wifi'. Ini dikebut ketika pandemi masyarakat harus kerja dari rumah, kami turun tangan menyiapkan akses 9.000 titik, gratis," imbuhnya ketika melakukan pencanangan "Jakarta Hajatan" serangkaian HUT ke-495 DKI.
Di Pulau Bidadari misalnya sudah tersedia jaringan internet gratis di antaranya 'free wifi' bidadari dan jakwifi.
Sementara itu, mencermati jarak tempuh dari daratan Jakarta, Anies mengungkapkan beberapa pulau wisata di Kepulauan Seribu bisa dijangkau dalam waktu sekitar 30 menit.
Tak hanya itu, ia juga menyebut biaya untuk 'digital nomad' di Kepulauan Seribu juga terjangkau dengan suasana yang berbeda dibandingkan waktu kerja biasanya di daratan Jakarta.
"Intinya tidak perlu jauh-jauh, tapi akan mendapatkan suasana baru dan biaya murah, waktu singkat, biaya tinggal terjangkau. Jadi, dapat suasana baru produktivitas tinggi dan biaya murah," ucap Anies.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menambahkan di Kepulauan Seribu terdapat 111 pulau, dengan 11 pulau di antaranya pulau berpenduduk dan tujuh pulau di antaranya merupakan pulau yang disiapkan untuk kegiatan wisata termasuk akomodasinya.
Baca Juga: Jakarta Tawarkan Lokasi Kaum Digital Nomad di Kepulauan Seribu, Tersedia WIFI Gratis
"Para 'nomaden' ini ketika beraktivitas dengan suasana berbeda maka datanglah ke Kepulauan Seribu, di sini disiapkan fasilitas, ada 111 pulau, ada 11 pulau berpenduduk, ada tujuh pulau siap untuk kegiatan pariwisata," imbuh Anies.
Sementara itu, salah satu pelaku digital nomad, Ashari Yudha dalam kesempatan yang sama mengharapkan adanya dukungan infrastruktur yang mendukung para pekerja digital baik dalam negeri atau mancanegara.
"Kalau mancanegara bagaimana memperpanjang KITAS lebih cepat, ada gerainya, infrastruktur money changer. Lalu, diciptakan seperti komunitas juga kalo di Jakarta misalnya ada co-working space," imbuhnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Jakarta Tawarkan Lokasi Kaum Digital Nomad di Kepulauan Seribu, Tersedia WIFI Gratis
-
Wakil Ketua F-PPP dan PKB DPRD DKI: ITF Lebih Penting daripada JIS
-
Pembangunan ITF Mandek, DPRD Jakarta Beri Ultimatum: Harus Selesai Sebelum Anies Lengser!
-
Wow! Tokoh NU Ini Dukung Duet Ganjar Pranowo-Anies Baswedan di Pilpres 2024, Alasannya Karena Ini
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu