Suara.com - Pesisir utara Jawa Tengah sedang dilanda banjir karena naiknya ketinggian air laut. Banjir setinggi nyaris 2 meter itu melanda wilayah Tanjung Emas, Semarang. Yuk kenali jenis-jenis banjir.
Menurut The National Severe Storms Laboratory (NSSL), National Oceanic & Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat, banjir bisa dibadakan jadi 5 jenis. Berikut beberapa jenis-jenis banjir yang perlu kalian ketahui.
Banjir bandang atau flash flood terjadi karena hujan deras yang datang secara tiba-tiba dan berlangsung setidaknya selama 6 jam berturut-turut. Banjir jenis ini bisa menerjang dalam waktu beberapa menit akibat curah hujan yang berlebihan.
Ciri khas banjir bandang adalah derasnya arus yang merobek dasar sungai dan air langsung mengepung jalanan kota, ngarai gunung dan menyapu semua yang dilewati oleh air.
2. Banjir Pantai
Banjir pantai atau coastal flood kerap disebut dengan banjir rob. Banjir jenis ini sama dengan yang terjadi di Semarang dan terjadi karena air laut naik dan lebih tinggi dari rata-rata.
Situasi ini bisa semakin buruk dengan curah hujan yang tinggi dan angin bertiup dari laut ke darat. Daerah pesisir yang rendah kerap menjadi langganan banjir rob, apalagi jika tak memiliki penahan air seperti bukit pasir maupun buatan manusia.
3. Gelombang Badai
Baca Juga: Pemprov Jateng Pastikan Logistik Warga Terdampak Banjir Rob di Semarang dan Demak Aman
Gelombang badai atau storm surge disebabkan oleh kekuatan sehingga permukaan air yang tidak normal di daerah pantai, di atas dan di atas gelombang astronomis biasa.
Gelombang badai patut diwaspadai karena dapat membanjiri daerah pantai yang luas. Contoh gelombang badai yang membekas adalah Badai Katrina di Amerika pada tahun 2005 yang menelan hingga 1.500 korban jiwa.
4. Banjir Sungai
Naiknya permukaan air hingga meluber ke tepian sungai disebut dengan banjir sungai atau river flood. Banjir jenis ini paling umum terjadi karena debit air yang tinggi karena hujan yang deras dan berlangsung lama.
Jenis banjir terakhir adalah inland flooding atau yang sering disebut dengan banjir daratan. Banjir ini terjadi ketika curah hujan moderat terakumulasi selama beberapa hari dan meyebabkan sungai meluap.
Itulah jenis-jenis banjir yang sering dijumpai. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa dijadikan pelajaran agar terhindar dari bencana banjir di kemudian hari.
Kontributor : Rima Suliastini
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI