Suara.com - Luhut Binsar Pandjaitan semakin menegaskan posisinya sebagai solusi dari setiap masalah. Terbaru, Luhut masuk dalam tim penanganan masalah minyak goreng.
Minyak goreng menjadi masalah penting Indonesia sejak Oktober tahun 2021. Pergerakan harga minyak goreng tak terkendali. Bahkan, dari perbandingan harga April 2021 dan April 2022, kenaikannya mencapai 73 persen untuk minyak goreng kemasan dan 50 persen lebih untuk minyak goreng curah.
Kini, solusi dari segala solusi datang lagi. Dari mulai masalah danau, kereta api, sumber daya air, kini Luhut Binsar turut hadir menangani masalah minyak goreng.
Tentu saja jabatan ini menuai kritik pedas dari warganet di media sosial. Namun, Luhut tetap optimis bisa menyelesaikan permasalahan minyak goreng, ditengah kritikan pedas.
Berikut ini sederet fakta tentang Luhut Binsar berkaitan dengan tugas minyak goreng, hingga track record jabatannya:
Minyak Goreng Jawa-Bali
Luhut mendapat tugas mengurusi minyak goreng di area Jawa-Bali. Tugasnya membantu ketersediaan serta pendistribusian minyak goreng sesuai target.
Dalam menjalankan tugas, Luhut tak bekerja sendirian. Tim ini terdiri atas banyak unsur, dengan Kementerian Koordinator Perekonomian sebagai lead coordinator.
Selain itu, ada Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan. Sementara Satgas Pangan, BPKP hingga Kejaksaan Agung bertindak sebagai pengawas prosesnya.
Baca Juga: Luhut Singgung Baru Ada 46 Dari 496 Pemda yang Tayangkan e-katalog Produk Dalam Negeri
Penjelasan ini diungkapkan Juru Bicara Menko Maritim dan Investasi, Jodi Mahadi kepada Antara di Jakarta, Selasa (24/5/22).
Optimisme Luhut Binsar
Tugas Luhut Binsar sebagai Menko Marves sejatinya sudah sangat sibuk. Baru-baru ini, Luhut turut mendampingi Presiden Joko Widodo ketika bertemu Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Namun, Luhut menyambut dengan semangat tugas barunya.
Luhut mengaku sudah bekerja dalam tiga hari ini. Ketika hadir dalam acara di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Selasa (24/5/22), Luhut yakin bisa menyelesaikan permasalahan minyak goreng ini.
"Saya hanya bantu saja (urus minyak goreng). Sekarang saya kira InsyaAllah akan beres tuh minyak goreng, yang penting kan selesai. Ya InsyaAllah akan beres, saya nggak lihat ada masalah paling," ujar Luhut.
Mendapat Kritik Anggota DPR
Faktanya, keterlibatan Luhut dalam mengurus masalah minyak goreng mendapat kritikan dari anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Sitorus.
Pasalnya, Luhut dinilai memiliki kedekatan dengan sejumlah figur yang berhubungan dengan minyak goreng. Belum lagi tugas Luhut sebagai Menko Marves sudah terbilang banyak.
"Pak Luhut itu 'kan sudah banyak pekerjaan sebagai Menko Marves. Kenapa sekarang diserahkan tugas ambil alih pekerjaan Menko Ekuin, Menteri Perdagangan, dan Menteri Perindustrian sekaligus?" kata Deddy kepada Antara, Selasa (24/5/22).
Daftar Tugas untuk Luhut
Sepanjang era Joko Widodo menjabat sebagai presiden, Luhut dikenal publik sebagai solusi dari segala permasalahan. Setiap ada pembentukan tim, atau jabatan yang kosong, Luhut menjadi solusi pertama.
Per Selasa (24/5/22), sudah 15 posisi penting yang pernah diemban Luhut dalam dua periode kepemimpinan Jokowi. Kepala Staf Kepresidenan menjadi awal posisinya pada 31 Desember 2014-2 September 2015.
Dari kepala staf kepresidenan, Luhut kemudian menjadi Menko Polhukam, Menko Kemaritiman, Plt Menteri ESDM, Plt Menteri Kelautan dan Perikanan, Plt Menteri Perhubungan, Ketua Panitia Nasional IMF-World Bank 2018.
Selain itu, Luhut juga pernah menjabat sebagai wakil ketua komite penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Kemudian, Koordinator PPKM Jawa-Bali, Ketua Dewa Sumber Daya Air (SDA) Nasional, Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri.
Bahkan, Luhut juga menjadi Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan 15 Danau Prioritas Nasional, Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia hingga Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta dan Bandung. Yang terbaru adalah mengurusi minyak goreng.
Alasan Jokowi
Sejauh ini, tugas Luhut Binsar Pandjaitan mengurus minyak goreng area Jawa-Bali baru dari satu pihak. Presiden Joko Widodo sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tugas baru yang diemban Luhut.
Publik tentu sangat menanti-nanti alasan Luhut dilibatkan dalam masalah minyak goreng.
Kontributor : Lukman Hakim
Berita Terkait
-
Luhut Singgung Baru Ada 46 Dari 496 Pemda yang Tayangkan e-katalog Produk Dalam Negeri
-
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan Dorong Penggunaan E Katalog Lokal
-
Stok Minyak Goreng di Purwakarta Aman, Bupati Anne: Tapi Harga di Pasaran Masih Tinggi
-
Bakal Audit Seluruh Perusahaan Kelapa Sawit se-Indonesia, Luhut: Belum Pernah Sepanjang Sejarah
-
Gunakan Tagar Minyak Goreng, Politisi PDI P Singgung Sosok yang Tidak Kredibel, Publik: Siapa Bang, Luhut Binsar?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Warga Pulomas Menang Lawan Pemilik Lapangan Padel di PTUN, Mengapa Masih Beroperasi?
-
Dell Akui Baru Jual Chromebook Saat Ada Pengadaan Kemendikbud, Apa yang Terjadi Sebelumnya?
-
Belasan Kilometer Langkah Kaki di Tengah Dahaga: Kisah Rahmat, Penjaga Nadi Rel Kereta Api
-
PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud
-
Pria Ngaku Aparat Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang Ditangkap
-
Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan
-
Anggota Komisi IX DPR Dorong Pembayaran THR Maju H-14, Ini Alasannya
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun
-
KPK Periksa Anggota DPRD Pati, Dalami Komunikasi Terkait Isu Pemakzulan Sudewo
-
Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang