Suara.com - Tersebar di media sosial video yang merekam aksi mesum sepasang pelajar yang mengenakan seragam putih abu-abu.
Video tersebut diunggah oleh akun Twitter @jowoshitpos pada Rabu (25/05/22) lalu. Dalam unggahannya, akun ini meminta warganet untuk memviralkan video ini.
"Viralkan lagi guys!!! Tolong dicari ini siapa, di tempat mana, sekolah mana. Biar kapok. Rusak pendidikan Indonesia. Tag guru-gurunya kalau perlu orang tuanya," tulis akun ini.
Dalam video yang beredar, terlihat sepasang pelajar ini tengah duduk di bangku salah satu warung makan. Pelajar perempuan terlihat memangku pelajar laki-laki.
Pelajar laki-laki tersebut terlihat memepetkan kepalanya ke arah dada perempuan yang duduk memangkunya.
Keduanya terlihat percaya diri melakukan aksi tak senonohnya di depan publik. Dalam video tersebut juga tidak terlihat ada pengunjung warung yang menegur aksi kedua pelajar ini.
Sosok pelajar perempuan ini terekam sempat menengokkan kepalanya seperti melihat keadaan sekitarnya.
Unggahan video ini pun lantas viral, videonya telah ditayangkan sebanyak 665 ribu kali dan mendapatkan sejumlah 5 ribu suka, serta 1.5 ribu retweet dari warganet Twitter. Berbagai komentar dilontarkan warganet.
Ada beberapa warganet yang mencoba membeberkan identitas pelajar dan juga lokasi warung tempat sepasang pelajar ini berbuah hal tak senonoh.
Baca Juga: Diduga Manipulasi Saham, Elon Musk dan Twitter Digugat Investor
"Lah ini dari tulisan di spanduknya, ini daerah Dasana Indah, itu kan di Tangerang, setau saya kalau di perumahan itu cuma ada SMK* *, tapi nggak tahu kalau mereka dari sekolah lain," terang warganet.
"Woy ini temennya temen gue. Dia anak OSIS MPK gitu di SM* *. Nah itu dia sama pacarnya di Pancong (nama tmpt jajanan dkt sekolahan). Tapi gue nggak tahu udah ditindak lanjuti sama 7 apa belum," ungkap warganet.
"Logo di tangan ceweknya jelas, itu di Pancong Speed. Persis depan sekolahnya, SM** * Kab. Tangerang. Daerah Bojong Nangka. Logo di tangan cewek itu udah sesuai," kata warganet.
Berita Terkait
-
Sampah Antariksa Dikira Rudal dan Meteor di Lampung, Roket China CZ-3B Punya Misi Apa?
-
Hajatan Berujung Duka, Ayah Pengantin di Purwakarta Tewas Dikeroyok Usai Tolak Kasih 'Jatah' Preman
-
Viral di TikTok! Niat Donasi di Mall Malah Berujung Tutup Rekening: Hati-Hati Jebakan Auto-Debit
-
Kekayaan Pinkan Mambo yang Viral Live Ngamen di Pinggir Jalan
-
Matahari Lewat, Kulit Tetap Sehat: Sunscreen Murah Meriah Buat Anak Sekolah
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi
-
Jusuf Kalla Bantah Tuduhan Danai Isu Ijazah Jokowi
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Tiga Prajurit Gugur di Lebanon, KSAD: Mereka Putra Terbaik Bangsa
-
Prabowo Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian