Jalan kaki menelusuri cahaya, yang merupakan atraksi utama Festival Vivid tersebut sekarang akan menjadi yang terpanjang, yang rentang 8 kilometer dari Gedung Opera sampai ke Stasiun Kereta Central Station.
Jalur ini ditata ulang untuk memberikan ruang lebih besar bagi warga untuk melihat seluruh instalasi cahaya yang ada dan tetap membuat perjalanan mengalir.
"Vivid Sydney akan mengerahkan tim, relawan, keamanan, dan pemandu untuk membantu para pengunjung sehingga perjalanan terus mengalir dan terkendali sepanjang jalur cahaya," kata juru bicara Destination NSW kepada ABC.
Panitia juga menekankan agar warga tidak berusaha melihat seluruh instalasi cahaya tersebut dalam waktu satu malam saja.
"
"Pilih saja dua atau tiga lokasi untuk dikunjungi dengan santai, dan kembali lagi di hari berikut atau hari lain untuk lokasi lainnya."
"
Namun diperkirakan sistem transportasi publik di sekitar Harbour City tetap akan sangat sibuk di mana di tahun-tahun sebelumnya kadang kereta tidak berhenti di stasiun tertentu karena begitu banyak warga yang sudah menunggu di peron.
Direktur operasi Transport for NSW Howard Collins mengatakan antrean bagi pengguna transportasi publik akan sama seperti musim liburan Paskah kemarin di mana warga dibebaskan untuk tidak membayar.
Baca Juga: Ron King Girang Bisa Kembali Hibur Penonton Java Jazz Festival
"Kami mendorong warga untuk merencanakan menonton Vivid Sydney menjadi beberapa malam karena ada begitu banyak instalasi cahaya yang ada di seluruh kota dan anda tidak harus menyaksikan semuanya dalam semalam," kata Collins.
Jalan-jalan di sekitar The Rocks dan Circular Quay akan ditutup setiap malam dari jam 5 sore, dengan penutupan lebih banyak di sekitar Sydney CBD dan Darling Harbour di hari Jumat malam dan akhir pekan.
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News
Berita Terkait
-
Jaringan PMI Ilegal ke Malaysia Terbongkar, 68 Orang Berhasil Diselamatkan
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
-
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang
-
Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi
-
Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut
-
Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi
-
Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga