Suara.com - Harga pakaian yang dikenakan oleh publik figur memang sering kali menjadi sorotan publik. Tak terkecuali pakaian para pejabat negara.
Dalam hal ini, Wali Kota Bogor, Bima Arya blak-blakan soal harga pakaiannya dan para bawahannya. Hal ini dinyatakan sendri oleh Bima Arya di akun Twitternya pada Rabu (1/6/2022).
"Pemkot Bogor x Lokal brand. Peraturan Walikota no.30 tahun 2022 mengenai pakaian dinas ASN sudah disahkan," tulis Bima Arya.
"Setiap hari selasa ASN Kota Bogor wajib menggunakan produk pakaian kasual dari merk lokal," imbuhnya.
Harga Pakaian Bima Arya dan Jajaran
Pada unggahannya, Bima Arya merincikan pakaian yang ia pakai mulai dari kacamata hingga sepatu.
Kacamata yang ia pakai merek lokal seharga Rp 170.000, begitu juga dengan kemeja yang seharga sama dengan kacamatanya.
Sementara jam tagan yang dipakai Bima Arya adalah jam tangan lokal seharga Rp 250 ribu serta sepatu seharga Rp 215 ribu.
Tak hanya outfit yang ia pakai, ia juga menunjukkan pakaian Wakil Wali Kota, Didie A. Rachim yang mengenkan pakaian lokal.
Baca Juga: Viral, Ambulans Desa Ugal-ugalan di Puncak Bogor
Didie memakai topi seharga Rp 125 ribu, kemeja seharga Rp 150 ribu, dan sepatu yang sama dengan Bima Arya seharga Rp 215 ribu.
Selanjutnya, Bima Arya menunjukkan outifit beberapa kepala dinas yang semuanya produk lokal denhan kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu.
"ASN [Aparatur Sipil Negara] harus menjadi motor kebangkitan ekonomi pasca pandemi. Ada 6.983 orang ASN, jumlah yang tidak sedikit. Insya Allah bisa memberikan kontribusi kepada industri lokal," tulis Bima Arya.
Unggahan Bima Arya sontak mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Sering-serig di inspeksi pak untuk stafnya. Kadang lanyardnya coach/tory burch, sepatunya bocorocco/stradivarius, tasnya fossil/tumi/belezza, jeans momotaro, clothes linenya h&m," komentar warganet.
"Ini kalau brand-nya berlabel tailor/konveksi boleh enggak pak? Sejak jaman SMP, pakaian branded yang saya punya cuma celana dalam, kaos kaki, ama sepatu pak," imbuh warganet lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar
-
Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?
-
RUU Pemilu Jadi Tarik Ulur: Demokrat Nilai Tak Perlu Buru-Buru, Golkar Minta Segera Dibahas
-
Israel Diserang Jutaan Lebah, Warga Zionis Ketakutan Yakin Itu Kiriman dari Tuhan
-
Perang Bikin Harga-harga Naik, Kaesang Lobi Dubes Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Pertamina
-
DPM Perdokjasi Resmi Bekerja Sama dengan 13 Asuransi untuk Perkuat Penilaian Klaim
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi