Suara.com - Populi Center melakukan jajak pendapat dengan melibatkan 50 narasumber ahli. Salah satu pertanyaan yang diajukan ialah soal wacana pemerintah membentuk daerah otonomi baru di Papua.
Sebanyak 50 narasumber ahli tersebut diberikan pertanyaan "Menurut anda, apakah kebijakan tersebut mendesak atau tidak mendesak untuk dilakukan?".
Hasilnya sebanyak 68 persen responden menilai rencana pembentukan DOB tersebut tidak mendesak. Angka tersebut merupakan gabungan dari 58 persen tidak mendesak dan 10 persen sangat tidak mendesak.
"Otonomi daerah perlu kembali direnungkan, apakah menjadi jalan tepat untuk mendorong tercapainya kesejahteraan rakyat," kata peneliti Populi Center, Rafif Pamenang Imawan, Minggu (5/6/2022).
Kemudian, tidak ada satupun responden yang memilih opsi sangat mendesak, 20 persen memilih mendesak dan 12 persen memutuskan untuk tidak dapat menilai atau menolak menjawab.
Institut Otonomi Daerah, Prof Djohermansyah Djohan mengatakan usulan-usulan daerah pemekaran yang ada belum memenuhi persyaratan yang layak, terutama pada lingkup provinsi. Bagi mantan Dirjen Otonomi Daerah tersebut, salah satu syarat daerah pemekaran idealnya berdasarkan kepadatan jumlah penduduk.
Ia menyebut Kota Surabaya atau Kabupaten Bogor sebagai contoh. "Dengan demikian, pembentukkan daerah otonomi baru haruslah berorientasi pada optimalisasi pelayanan publik kepada masyarakatnya," ujarnya.
Jajak pendapat ahli ini digelar pada 19 hingga 26 Mei 2022. 50 narasumber ahli yang terlibat dipilih berdasarkan kompetensi di bidang ilmu, sosial, politik dan pemerintahan.
Baca Juga: Jajak Pendapat Populi Center: 66 Persen Ahli Menilai Partai Politik Buruk Serap Aspirasi Publik
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Setelah Hancurkan Patung Yesus Kini Tentara Israel Lecehkan Patung Bunda Maria
-
Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut