Suara.com - Jelang invasi Rusia ke Ukraina menginjak hari ke-100 beberapa hari lalu, Presiden Volodymyr Zelensky memuji upaya-upaya yang dilakukan oleh pasukan militernya, yang dia sebut telah berhasil menahan serangan Rusia.
Zelensky berbicara di luar istana kepresidenan di Kyiv, sambil diapit oleh para penasihat dekatnya, menggemakan lagi pesan dalam video yang pernah direkamnya di awal perang ini dimulai.
Dia berkata pasukan Ukraina telah "melakukan apa yang terlihat tidak mungkin" dan menghentikan "pasukan bersenjata terbesar kedua di dunia".
Setelah acara itu, pemimpin Ukraina tersebut menulis melalui Telegram bahwa Rusia "telah gagal mendapatkan tujuan strategis apapun" dan alih-alih mencoba "mengalihkan ketidakberdayaannya kepada infrastruktur sipil dan orang-orang".
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membalas, bersikeras bahwa "hasil-hasil tertentu telah tercapai" dan mengeklaim "pembebasan" sejumlah wilayah yang disebutnya sebagai "bagian dari pasukan bersenjata pro-Nazi Ukraina".
Sejumlah pemimpin negara menandai 100 hari perang ini untuk memuji ketahanan Ukraina, termasuk Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, yang mengatakan "keberanian orang-orang Ukraina mendapatkan penghormatan dan kekaguman dari kami".
Pertahanan Kyiv setelah 100 hari
Kyiv tidak terasa seperti kota yang dapat bertahan dari serangan 150.000 tentara Rusia pada Januari, menurut laporan wartawan BBC James Waterhouse.
"Itu hanya gertakan" dan "kami sudah berperang" adalah respons yang umum didapat ketika warga ditanya apakah mereka khawatir tentang serangan Rusia, yang pada saat itu seperti tak terpikirkan.
Tentu saja, dalam waktu lima pekan semua itu berubah. Beberapa orang di Barat bahkan memprediksi Kyiv akan jatuh dalam 72 jam.
Baca Juga: Presiden Rusia Vladimir Putin akan Serang Target Baru Jika Ukraina Disuplai Rudal
Selama periode 100 hari, kota ini telah berubah dari normalitas yang keras, melalui kegelapan total, dan kini mulai muncul semacam ketenangan.
Kondisinya masih jauh dari sebelum perang, namun tetap saja, ini adalah tanda pertahanan.
Para tentara Rusia yang menolak bertempur di Ukraina
Sejumlah tentara Rusia menolak untuk kembali bertempur di Ukraina karena pengalaman mereka berada di garis depan pada masa awal invasi, menurut pengacara dan aktivis HAM Rusia.
Seorang tentara menghabiskan lima pekan berperang di Ukraina awal tahun ini. Dia berkata kepada BBC, dia tidak ingin kembali ke Ukraina "untuk membunuh atau dibunuh".
Dia kini berada di rumahnya di Rusia, setelah menerima saran legal untuk menghindari dikirim kembali ke garis depan. Dia hanyalah satu dari ratusan tentara Rusia yang telah diketahui mencari nasihat sama.
"Saya berpikir karena kami adalah tentara Rusia, angkatan bersenjata paling super-duper di dunia," kata pemuda itu dengan pahit. Alih-alih, mereka harus beroperasi tanpa bahkan tanpa perlengkapan dasar, seperti alat bantu penglihatan dalam gelap, kata dia.
Lima cara invasi Rusia berlanjut ke depannya
Dalam perang dengan skala sebesar invasi Vladimir Putin ke Ukraina, kerap kali sulit untuk menentukan siapa yang lebih unggul.
Meskipun di awal perang ada kekhawatiran akan keruntuhan Ukraina, serangan Rusia di banyak wilayah telah terhambat dan pasukan mereka dipaksa mundur dari Kyiv. Ini kemudian ditindaklanjuti dengan serangan Rusia yang lebih fokus ke wilayah timur.
Tapi setelah 100 hari berlangsung, ke mana perang ini akan berujung?
Koresponden diplomatik BBC James Landale menuliskan lima skenario kemungkinan yang akan terjadi.
Bagaimana TV Rusia melaporkan konflik
Sejak perang di Ukraina dimulai, otoritas Rusia telah menekan berbagai media di negara tersebut. Narasi perang ditetapkan oleh stasiun-stasiun TV yang pro-perang dan menggaungkan narasi yang keluar dari Kremlin.
Di awal invasi, kanal-kanal televisi ini menolah invasi Vladimir Putin ke Ukraina sebagai perang.
Sekarang, berbagai acara bincang-bincang yang mendominasi siaran berulang kali mengatakan bahwa Moskow serang menghadapi Perang Dunia Ketiga dengan Barat.
Kerusakan dan penjarahan di situs nuklir Chernobyl
Ukraina berkata pasukan Rusia merusak dan menjarah lebih dari 1.000 komputer di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, mencuri truk dan dosimeter radiasi.
Namun Direktur Informasi Chernobyl Vitaliy Medved berkata peralatan nuklir tidak rusak dan "mengenai keselamatan radiasi, semuanya baik-baik saja".
Meski begitu, di dalam zona eksklusi, terdapat sejumlah titik panas radiasi yang oleh manajer Chernobyl disebut sebagai akibat aktivitas militer Rusia. Sebagian pasukan menggali parit dan kendaraan mereka membuat debu-debu yang mengandung radiasi beterbangan.
Yevhen Kramarenko, kepala zona eksklusi, mengatakan ribuan kendaraan Rusia termasuk tank telah melewati zona tersebut. Dia juga mengatakan Rusia telah menempatkan lebih dari 1.000 tentara di Chernobyl.
Baca laporan lain terkait perang Ukraina-Rusia di tautan ini.
Berita Terkait
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia
-
Perusahaan Logistik Global Ungkap Nasib Pelaku Usaha RI di Pasar Internasional
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Pidato Prabowo Dinilai Tak Menyentuh Realita, Guru dan Pendidikan Jadi Sorotan
-
Penampilan Maarten Paes Bikin Pelatih Ajax Geleng-geleng, Petinggi PSSI Langsung Dihujat
-
Purbaya Bakal Terapkan Pajak Baru Jika Ini Terjadi di 2027
-
Donald Trump Tepis Keluhan Prajurit USS Abraham Lincoln di Tengah Perang Iran
-
Kerusakan Meluas di Flores Akibat Gempa 7.0 dengan Peringatan Tsunami
-
3 Smartwatch Anak dengan GPS Tracker, Bisa Telepon dan Pantau Lokasi Si Kecil
-
Daftar Harga HP realme Agustus 2026, Baterai Jumbo Ramah di Kantong
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
-
Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak
-
Penjelasan NASA Bumi Tidak Mengelilingi Matahari