Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjelaskan kembali terkait kehadiran Ketua Umum Projo, Budi Arie dalam acara silaturami nasional Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN dan PPP beberapa hari lalu.
Airlangga mengatakan, bahwa kehadiran ketum Projo tersebut menjadi chapter tersendiri bagi koalisi.
"Ya kemarin sudah dijelaskan bahwa kehadiran Projo di sana menjadi chapter sendiri, jadi harus tunggu bukunya terbit," kata Airlangga ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/6/2022).
Airlangga tak menampik jika Projo dengan Koalisi Indonesia Bersatu punya kesamaan. Terutama soal kesamaan untuk mensejahterakan rakyat.
"Ya semua punya kesamaan, terutama untuk target kesejahteraan rakyat, kemudian melepaskan Indonesia dari middle income trap, karena ini menjadi penting karena ke depan kita harus bersatu," tuturnya.
Sementara itu, saat ditanya siapa figur yang akan dicalonkan KIB untuk menjadi calon presiden di Pilpres 2024 mendatang, Airlangga menyampaikan hal itu ada di bagian akhir.
"(Terkait capres yang diusung KIB) itu chapter 19," tandasnya.
Penjelasan Projo
Ketum Projo, Budi Arie, sebelumnya mengatakan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memiliki semangat yang sama dengan Projo. Hal itu dibuktikan dari semangat KIB yang ingin membangun bangsa secara bergotong-royong. Budi meyakini, jika Indonesia dibangun di atas persatuan, maka Indonesia akan menjadi negara besar dan maju.
Baca Juga: Ketum Projo Dukung Koalisi Indonesia Bersatu
Menurut Budi, KIB merupakan koalisi yang positif untuk bangsa, negara, dan perpolitikan Indonesia. Sebagai ormas, ia pun mendukung koalisi tersebut guna berdialog bersama untuk menyelesaikan permasalahan bangsa.
"Menurut kami, sebagai ormas mendukung. Supaya segenap elemen bangsa ini kan berdialog, berkomunikasi menyelesaikan problem kebangsaan," ungkap Budi ditulis Senin (6/6/2022).
Budi menjelaskan, platform partai yang terdapat di dalam KIB merupakan komponen yang bagus. Setiap partai memiliki keterwakilannya masing-masing. Seperti PAN yang mewakili pemilih muhamadiyah, PPP nahdliyin, dan Golkar yang nasionalis.
"Kan ini komponennya bagus, di bawahnya gak benturan. Saya yakin, ini koalisi cerdas, karena di bawah gak benturan, di massanya gak bergesekan," jelas Budi.
Ketika ditanya soal penyorotan KIB ke pembelahan masyarakat akibat Pilpres yang lalu, Budi mengatakan, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan memperbaikinya secara bersama-sama. Ia pun memastikan, demokrasi harus berjalan dengan berkualitas dan bermutu. Sehingga semua residu-residu demokrasi yang lalu akan disapu di panggung politik nasional yang akan datang.
Budi pun mengatakan, saat ini Projo masih terbuka untuk partai lain. Menurutnya hal tersebut bukanlah suatu yang ekslusif. Namun ia menegaskan, kedepannya Projo akan bersatu dengan KIB jika faktor-faktor pendukungnya terpenuhi, seperti komunikasi yang tetap terjaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dievaluasi, Jangan Sampai Cuma Jadi Garis di Jalan
-
Aura Kasih Diam-Diam Terjun ke Bisnis Peternakan Ayam di Subang Berapa Omzetnya?
-
BRI Peduli Dorong UMKM Desa Brilian Naik Kelas di Momentum Hari UMKM Nasional
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Perkuat UMKM Desa Brilian melalui Pendampingan Berkelanjutan
-
Nadiem Makarim Jalani Sidang Banding Kasus Chromebook
-
Terungkap Isi Percakapan Group Komunitas Gay dari Ponsel Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi Depok
-
Perusakan Makam Mertua Seniman Djaduk Berakhir Damai, Polisi Ungkap Alasan Juru Kunci