Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan pembayaran gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan 2022 pada bulan Juli 2022 ini. Kementerian Keuangan telah melontarkan anggaran dana sebesar Rp 34 triliun untuk gaji ke-13 yang akan segera cair. Lantas, gaji ke-13 PNS dan pensiunan 2022 kapan cair?
Sebelum Anda mengetahui gaji ke-13 PNS dan pensiunan 2022 kapan cair, simak dulu penjelasan mengenai apa itu gaji ke-13 berikut ini.
Apa itu Gaji ke-13?
Perlu diketahui, gaji ke-13 adalah tambahan penghasilan bagi PNS dan pensiunan dengan menggabungkan beberapa komponen gaji seperti gaji pokok, tunjangan kinerja (tukin), tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan/fungsional/umum.
Pembayaran gaji ke-13 PNS dan pensiunan ini telah merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 75/PMK.05/2022 mengatur tentang pencairan gaji ke-13 PNS. Berdasarkan peraturan tersebut, penerima gaji ke-13 nantinya antara lain: Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, Pejabat negara, pensiunan, penerima pensiun dan penerima tunjangan.
Pada gaji ke-13 ini, ASN akan mendapatkan tambahan tunjangan kinerja sebesar 50 persen khusus yang masih aktif bekerja. Tak heran, jadwal pencairan gaji ke-13 selalu dinantikan oleh para ASN.
Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan 2022 Kapan Cair
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pembayaran gaji ke-13 dilakukan menjelang tahun ajaran baru sekolah. Hal ini bertujuan untuk membantu kebutuhan pendidikan bagi anak dari ASN, TNI dan Polri.
"Untuk gaji ke-13 baru akan dibayarkan pada bulan Juli yang akan datang," ucap Sri Mulyani.
Baca Juga: Alhamdulillah Tunjangan Insentif Guru Madrasah bukan PNS Cair Juni 2022
Sudah terjawab pertanyaan gaji ke-13 PNS dan pensiunan 2022 kapan cair, bukan?
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPANRB), Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa pemberian THR dan gaji ke-13 untuk ASN merupakan bentuk apresiasi serta untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Besaran Gaji Pokok PNS
Gaji PNS Golongan I:
Ia: Rp 1.560.800 - Rp 2.335.800
Ib: Rp 1.704.500 - Rp 2.472.900
Berita Terkait
-
Alhamdulillah Tunjangan Insentif Guru Madrasah bukan PNS Cair Juni 2022
-
7 Perbedaan PNS dan PPPK, Mulai Gaji dan Tunjangan hingga Status Hubungan Kerja
-
BSU BPJS Ketenagakerjaan 2022 Kapan Cair? Catat Jadwal dan Kriteria Pencairan
-
Viral Pria Diduga Berseragam PNS Bertindak Arogan, Pukul dan Lempari Kurir Saat Terima Paket COD
-
Nyesek! Keseringan WFH, Pria Ini Dikira Libur Kerja hingga Jualan Online Oleh Tetangga yang Rata-Rata Pensiunan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi