Tiap kali ada pembahasan mengenai UAS, suara warganet di Twitter selalu terbelah menjadi dua. Ada yang memberi dukungan pada kelompok penolak UAS. Namun, tak sedikit pula yang memberi dukungan pada UAS.
Sikap terbelah ini juga terjadi atas postingan @dewie001 yang dikomentari ratusan akun. Ada yang mendukung agar acara tetap berlangsung. Ada pula yang ikut bersuara agar acara UAS dibatasi.
"Jamaah sudah mulai cerdas, bagaimana memilih tukang ceramah yang bagus dan murah," kata @sij***u.
"Alhamdulillah...waras meluas," tulis @hic****t6.
"Mudah-mudahan di daerah lain bisa melakukan hal yang sama," kata akun @joe*****9967.
Sementara para warganet yang mendukung:
"Keliatan amat odong-odongnya. keliatan ga pernah pake sarung, ga pernah pake peci, ngedadak kaya orang sarungan dan pecian heheheh," tulis @asl*****aaa.
"Orang-orang yang menolak biasanya mereka beda aliran," tambah @rahm******079.
"Lah dia diundang kenapa loe yang nolak," kata @mu*****ay83.
4. Bukan Penolakan Pertama
Sebenarnya, bukan kali ini saja acara UAS mendapat penolakan. Bahkan, pada pertengahan Mei lalu, publik digegerkan dengan penolakan acara UAS di Singapura. Penolakan dikonfirmasi langsung oleh Kemendagri Singapura.
Melalui laman resminya, Kemendagri Singapura menjelaskan, penolakan UAS tak lepas dari sosok UAS yang kontroversial atas apa yang disampaikan dalam ceramah.
"Somad (UAS) dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura. Misalnya, Somad ceramah bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'syahid'," pernyataan Singapura dalam laman resmi Kemendagri Singapura.
"Dia (UAS) juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal "jin (roh/setan) kafir”.Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai "kafir" (kafir)," lanjut dalam pernyataan tersebut.
Apa yang diketahui Singapura tentang UAS kemudian menjadi dasar penolakan masuk ke Singapura. UAS ditolak bersama enam orang rombongan yang berangkat melalui jalur laut dari Batam.
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Sempat Live Instagram saat Rumahnya Dikepung Polisi, Warganet Malah Muji Keberaniannya
-
Disambut Asap Tebal, Penghuni Rumah Ini Keluar Kamar Mandi Seolah Pindah Alam
-
Panik Cari-Cari, Wanita Ini Tak Sadar Ponselnya Nyangkut di Helm
-
Terpopuler: Ridwan Kamil Ajak Jalan-jalan Zara Naik Vespa, Ustaz Abdul Somad Ditolak Ceramah di Jonggol
-
Kapan Lagi Lihat Lokasi SPBU Ada di Halaman Rumah Warga, Ini Buktinya!
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?
-
Noel Ngaku Dilarang Ungkap Partai K: Benernya Lidah Gue Mau Ngomongin Hari Ini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum
-
Desak Dokumen AMDAL RDF Rorotan Dibuka, DPRD DKI: Jangan Ada yang Ditutupi!