Suara.com - Pemerintah disarankan membangun bangunan panahan ombak atau tanam bakau untuk mencegah banjir rob di pesisir utara Jawa.
Saran itu disampaikan Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr Indra Permanajati.
Menurutnya, mitigasi bencana abrasi pantai dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mitigasi struktural dan non-struktural.
"Secara umum bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu mitigasi struktural dan non-struktural," katanya ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis.
Mitigasi struktural bisa dengan menerapkan hard protection berupa pendirian bangunan serta material penahan ombak atau gelombang laut.
"Bisa juga dengan soft protection dengan mengembangkan tanaman penahan gelombang seperti tanaman bakau," katanya.
Selain itu, bisa juga dengan mengombinasikan antara hard protection dan soft protection.
"Sementara itu secara non-struktural adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengembangan pemukiman di daerah tersebut dan sosialisasi tentang cara-cara evakuasi jika terjadi bencana abrasi," katanya.
Secara undang-undang, kata dia, juga perlu dikaji secara teknik daerah yang aman dari gelombang untuk membuat aturan pengembangan wilayah.
Baca Juga: Peringatan Dini Banjir Rob Hingga 23 Juni, BPBD Kota Pekalongan Siapkan Pompa dan Tempat Evakuasi
Dia menambahkan mitigasi juga perlu dilakukan berdasarkan kajian lokasi di suatu daerah dengan memperhatikan faktor alam dan manusia yang tinggal di daerah tersebut.
"Dengan demikian, akan menghasilkan mitigasi yang tepat. Serta diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi berupa jarak aman untuk pemukiman di wilayah pantai berdasarkan parameter yang dihitung," katanya.
Indra juga mengulas mengenai bencana yang terjadi di Pantai Amurang di pesisir utara Pulau Sulawesi merupakan bencana alam yang disebabkan oleh abrasi gelombang laut pantai tersebut. "Gelombang ini yang dimungkinkan menjadi penyebab hilangnya daratan di bibir pantai," katanya.
Secara geologi, kata dia, dimungkinkan beberapa penyebab terjadinya abrasi, yakni karena sudut pantai yang mempunyai kemiringan, sehingga memungkinkan energi karena gelombang arus laut lebih besar dari yang landai.
Faktor kedua adalah material lunak yang menjadi dasar dari pemukiman di daerah pantai, sehingga tingkat resistensi batuan yang rendah menyebabkan gelombang laut akan mudah mengabrasi dataran di bibir pantai.
Menurut dia, memerlukan penelitian lanjut mengenai komposisi tanah atau batuan di bibir pantai apakah bersifat porous atau tidak.
"Sekiranya bersifat porous atau mudah membuat air meresap, apakah memungkinkan air laut merembes ke dataran dan menyebabkan berkurangnya ikatan antara material penyusun batuan, sehingga menyebabkan tanah di daerah tersebut kehilangan daya dukung tanah, yang selanjutnya berimbas terhadap amblesnya tanah di sekitar bibir pantai tersebut," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Sawah Terendam Rob Disulap Jadi Wisata Kano, Begini Penampakannya
-
52 Ribu Hektare Mangrove Rusak Tiap Tahun, Kondisinya Kian Mengkhawatirkan
-
Jaga Ekosistem Pesisir, BSN Monitoring Ribuan Bibit Mangrove di Bali
-
Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana