Suara.com - Dalam kurun waktu tiga minggu, insiden tawuran antarkelompok remaja pecah di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Terbaru, diduga tawuran terjadi di Jalan Manggis, Bali Matraman, Tebet Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022) sekitar pukul 21.15 WIB.
Polsek Metro Tebet mengklaim telah melakukan patroli secara terbuka dan tertutup pada titik dan jam rawan. Bahkan, dalam beberapa waktu ke belalang, wilayah Tebet diklaim nihil tawuran.
"Upaya kami pada jam rawan kami sudah mulai patroli terbuka dan tertutup jadi standby di situ. Alhamdulilah sampai sekarang tidak ada lagi," ucap Kanit Reskrim Polsek Tebet, AKP Gatot Sumda di Mapolsek Metro Tebet, Jumat (24/6/2022).
Gatot memaparkan, Stasiun Tebet dan perbatasan Kebon Baru - Kampung Melayu menjadi titik yang rawan terjadinya tawuran. Di dua titik tersebut, dia mengatakan sudah ada petugas yang berjaga.
"(Titik rawan) Stasiun Tebet dan perbatasan Kampung Melayu- Kebon Baru. Sekarang tiap malam kami jaga," ucap dia.
Rentetan Tawuran
Peristiwa tawuran remaja di kawasan Tebet bukan kali pertama terjadi dalam tiga minggu terakhir ini. Sebelumnya, peristiwa yang sama juga pernah terjadi sebanyak tiga kali.
Kanit Reskrim Polsek Tebet, AKP Gatot Sumda saat dihubungi Suara.com pada Kamis (16/6/2022) lalu, sempat mengatakan telah berusaha semaksimal mungkin berusaha melakukan pencegahan.
"Sudah berusaha semaksimal mungkin melaksanakan patroli untuk mengantisipasi pada saat jam-jam pelajar pulang sekolah," kata dia.
Dua hari sebelumnya dari peristiwa tersebut, yakni Selasa (14/6/2022), aksi yang sama terjadi. Lokasinya di bawah kolong Jalan KH Abdullah Safei, Bukit Duri, Jakarta Selatan, lokasi yang masih berdekatan.
Berdasarkan unggahan akun Instagram, @merekamjakarta, dalam unggahan berbentuk video turut mengabarkan peristiwa tersebut. Terlihat dua kelompok pelajar lari kocar-kacir saat sejumlah driver ojek online dan warga membubarkan tawuran tersebut.
Dalam video itu, terlihat driver ojek online dan warga mengusir para pelaku tawuran menggunakan galah. Di sisi lain, para pelajar yang terlibat tawuran tampak membawa senjata tajam.
Lalu pada Kamis (9/6/2022) lalu, kejadian yang sama terjadi. Hal itu masih merujuk pada akun, @merekamjakarta.
Di tengah hujan, para pelajar tersebut tetap saling serang sambil menenteng senjata tajam jenis celurit.
Dalam video terlihat dua kelompok remaja yang sebagian masih mengenakan seragam sekolah berlarian saling serang sambil menenteng senjata tajam berupa celurit.
Mereka saling lempar menggunakan batu dan sejumlah benda lainnya. Disebutkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.45 WIB. Dua kelompok pelajar itu saling serang persis di tengah jalan, dekat Stasiun Tebet.
Namun karena pelajar tersebut menggunakan senjata tajam, warga yang berada di lokasi tidak berani membubarkannya.
Berita Terkait
-
Viral Pemuda Bawa Celurit Jumbo Pukul Mundur Musuh Tawuran, Warganet: Yailah Lo di Kantor Polisi Juga Mewek
-
Viral Video Tawuran di Tenda Cinus Bogor Diwarnai Aksi Lemparan Bom Molotov, Polisi Ungkap Fakta Ini
-
Viral Tawuran Remaja Bawa Sajam dan Diduga Pakai Bom Molotov, Kapolsek Duren Sawit: Cuma Orang Lari-lari Bikin Konten
-
Tebet Rawan Tawuran, Terbaru Viral Komplotan ABG Jalan Santai Tenteng Celurit Jumbo usai Bentrok
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Dasco Ucapkan Ultah ke Nadiem Makarim, Netizen: Kode Keras Amnesti atau Abolisi?
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri