- Menlu Sugiono mengonfirmasi sembilan WNI ditahan otoritas Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
- Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan penangkapan tersebut sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal.
- Pemerintah berupaya memulangkan WNI melalui jalur diplomasi bantuan negara sahabat seperti Yordania dan Turki untuk memastikan keselamatan.
Suara.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengonfirmasi bahwa jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh otoritas Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza berjumlah sembilan orang.
Pemerintah Indonesia menyebut tindakan Israel sebagai pelanggaran kemanusiaan.
Sugiono menjelaskan bahwa awalnya laporan yang diterima menyebut ada tujuh WNI yang ditangkap. Namun, jumlah tersebut diperbarui setelah pemerintah mendapatkan informasi terbaru di lapangan.
"Angka ya, WNI kita yang ditangkap itu 7. Terus tadi begitu di dalam ada informasi baru, jadi 9 yang tergabung dalam Global Flotilla ini," kata Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Sugiono menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan dan perlakuan yang layak terhadap sembilan WNI tersebut selama dalam penahanan.
"Nah, tadi juga saya sampaikan kita minta kepada rekan-rekan kita yang punya hubungan langsung, untuk pertama memastikan kondisi mereka, kondisi rekan-rekan kita yang ditahan itu baik. Kemudian, mereka juga diperlakukan dengan baik," ujarnya.
Sugiono menilai aksi pencegatan dan penangkapan oleh militer Israel terhadap aktivis kemanusiaan merupakan tindakan yang melanggar nilai-nilai universal.
"Dan apa yang dilakukan oleh Israel merupakan suatu hal yang melanggar kemanusiaan," tegas Sugiono.
Kendati begitu, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para WNI yang berani mengambil risiko demi misi perdamaian dan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Gaza.
Baca Juga: Misi Kemanusiaan, Nasib 9 WNI Ditangkap Israel Belum Diketahui
"Karena mereka ada dalam misi damai, saya hargai, apresiasi semangat mereka untuk sama-sama mencari solusi dari permasalahan dari saudara-saudara kita yang ada di Palestina, khususnya di Gaza. Dan kita berharap kondisi mereka bisa baik sampai nanti kita pulangkan ke tanah air," tuturnya.
Mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel, Sugiono mengungkapkan bahwa pemerintah telah menjalin komunikasi dengan negara-negara sahabat, khususnya Yordania dan Turki, untuk membantu proses negosiasi dan pengecekan kondisi WNI.
"Kita juga sudah minta bantuan dari teman-teman kita di Jordan, di Turkiye, kemudian juga dari sumber-sumber lain ya. Rekan-rekan yang ada di negara-negara yang punya hubungan diplomatik dengan Israel untuk menyampaikan pesan ini," jelasnya.
Saat ditegaskan kembali mengenai jalur komunikasi melalui negara ketiga tersebut, Sugiono membenarkan bahwa bantuan Yordania dan Turki sangat krusial.
"Kita minta bantuan mereka, karena mereka punya jalur komunikasi di sana," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Misi Kemanusiaan, Nasib 9 WNI Ditangkap Israel Belum Diketahui
-
Israel Culik Aktivis Global Sumud Flotilla dan 9 WNI, PBB: Mereka Harus Dilindungi
-
Kemenko Polkam Pastikan Negara Hadir Jamin Keselamatan WNI yang Ditahan Tentara Zionis Israel
-
KemenHAM: Pemerintah Sedang Upayakan Pembebasan WNI yang Ditahan Israel
-
Belum Bisa Selamatkan 9 WNI Diculik Tentara Israel, Begini Update Usaha Indonesia
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Prabowo Ungkap Pernah Dibantu Megawati saat Masih 'Luntang-Lantung'
-
Duka Mendalam saat Teroris Tembaki Masjid San Diego, Bocah Selamat Ungkap Detik-Detik Mencekam
-
Prabowo ke PDIP: Alangkah Manisnya Kalau Semua Partai di Pemerintah
-
KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko
-
JPPI Sentil Pemerintah: Kasih Anak Makan Gratis Tak Otomatis Ubah Program Pangan Jadi Pendidikan
-
Yakin Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo, Surya Paloh: Selain Optimisme Apalagi yang Kita Punya?
-
Israel Culik Aktivis Global Sumud Flotilla dan 9 WNI, PBB: Mereka Harus Dilindungi
-
Tok! DPR RI Setujui RUU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR
-
Kemenko Polkam Pastikan Negara Hadir Jamin Keselamatan WNI yang Ditahan Tentara Zionis Israel
-
Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik demi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Redam Kekhawatiran Investor