News / Nasional
Rabu, 20 Mei 2026 | 14:43 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh optimistis pidato Presiden Prabowo di DPR RI pada 20 Mei 2026 memperkuat rupiah.
  • Pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS dalam KEM-PPKF tahun anggaran 2027.
  • Strategi kebijakan fiskal dan moneter ditetapkan guna menjaga stabilitas nilai tukar serta mengendalikan inflasi domestik tetap rendah.

Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 di DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

“Selain optimisme apalagi yang kita punya? Itu barangkali yang perlu kita pahami. Modal kita yang terakhir adalah optimisme itu sendiri,” kata Surya usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di kompleks parlemen dikutip dari ANTARA.

Surya menilai optimisme menjadi faktor penting di tengah tekanan ekonomi dan gejolak nilai tukar rupiah yang belakangan melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Ia berharap semangat optimisme itu juga dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

“Tinggal optimisme itu. Kalaupun itu selesai, ya, kita tidak punya apa-apa lagi,” ujarnya.

Menurut Surya, pidato Prabowo di hadapan parlemen membawa semangat patriotisme, terutama saat Presiden menekankan pentingnya kembali berpegang pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 terkait sistem perekonomian nasional.

Surya juga mengingatkan bahwa arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal pemerintah membutuhkan dukungan serta komitmen bersama agar bisa berjalan efektif.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikam penghargaan setinggi-tingginya kepada para wakil rakyat di Senayan atas kesempatan yang diberikan untuk dirinya hadir di rapat paripurna, menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027. (tangkap layar))

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan target nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam KEM-PPKF 2027 berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," kata Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI.

Baca Juga: Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP

Target tersebut ditetapkan pemerintah di tengah tekanan berat terhadap rupiah yang sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah di angka Rp17.706 per dolar AS pada perdagangan pasar spot pertengahan Mei 2026.

Selain menjaga stabilitas rupiah, pemerintah juga menargetkan inflasi domestik tetap terkendali pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen melalui kombinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Asumsi makro lainnya dalam KEM-PPKF 2027 mencakup target suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun di rentang 6,5 hingga 7,3 persen.

Load More