- Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh optimistis pidato Presiden Prabowo di DPR RI pada 20 Mei 2026 memperkuat rupiah.
- Pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS dalam KEM-PPKF tahun anggaran 2027.
- Strategi kebijakan fiskal dan moneter ditetapkan guna menjaga stabilitas nilai tukar serta mengendalikan inflasi domestik tetap rendah.
Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 di DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Selain optimisme apalagi yang kita punya? Itu barangkali yang perlu kita pahami. Modal kita yang terakhir adalah optimisme itu sendiri,” kata Surya usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di kompleks parlemen dikutip dari ANTARA.
Surya menilai optimisme menjadi faktor penting di tengah tekanan ekonomi dan gejolak nilai tukar rupiah yang belakangan melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Ia berharap semangat optimisme itu juga dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Tinggal optimisme itu. Kalaupun itu selesai, ya, kita tidak punya apa-apa lagi,” ujarnya.
Menurut Surya, pidato Prabowo di hadapan parlemen membawa semangat patriotisme, terutama saat Presiden menekankan pentingnya kembali berpegang pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 terkait sistem perekonomian nasional.
Surya juga mengingatkan bahwa arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal pemerintah membutuhkan dukungan serta komitmen bersama agar bisa berjalan efektif.
Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan target nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam KEM-PPKF 2027 berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
"Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," kata Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI.
Baca Juga: Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP
Target tersebut ditetapkan pemerintah di tengah tekanan berat terhadap rupiah yang sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah di angka Rp17.706 per dolar AS pada perdagangan pasar spot pertengahan Mei 2026.
Selain menjaga stabilitas rupiah, pemerintah juga menargetkan inflasi domestik tetap terkendali pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen melalui kombinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Asumsi makro lainnya dalam KEM-PPKF 2027 mencakup target suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun di rentang 6,5 hingga 7,3 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Israel Culik Aktivis Global Sumud Flotilla dan 9 WNI, PBB: Mereka Harus Dilindungi
-
Tok! DPR RI Setujui RUU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR
-
Kemenko Polkam Pastikan Negara Hadir Jamin Keselamatan WNI yang Ditahan Tentara Zionis Israel
-
Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik demi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Redam Kekhawatiran Investor
-
KemenHAM: Pemerintah Sedang Upayakan Pembebasan WNI yang Ditahan Israel
-
Soroti Anggaran Jumbo untuk MBG di Sidang MK, JPPI: Jutaan Anak Masih Belajar di Sekolah Rusak
-
TAUD Bongkar Dugaan Aktor Sipil di Balik Penyiraman Andrie Yunus: Jangan Hanya Hukum Eksekutor!
-
Sidang Tuntutan Terdakwa Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Mundur ke 3 Juni, Ada Apa?
-
Terancam Pidana Berat, 4 Oknum TNI Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Hadapi Sidang Tuntutan
-
Prabowo Merasa Pilu Hati Dengar Kritik Keras PDIP