Ia juga menyarankan penumpang datang lebih awal ke bandara. Yaitu, sekitar dua jam sebelum penerbangan domestik atau tiga jam sebelum jadwal perjalanan internasional.
Merencanakan lebih awal perjalanan menuju dan pulang dari bandara
Memesan transportasi darat sebelumnya dapat membantu Anda menghindari sejumlah masalah.
Misalnya, wisatawan yang meninggalkan negara bagian selatan yang dingin ke utara Australia yang lebih hangat, mendapati diri mereka terjebak menunggu taksi atau bus antar-jemput dari bandara.
Jadi, merencanakan bagaimana menuju dan pulang dari bandara adalah ide yang bagus.
"Kami melihat banyak penumpang yang antre menunggu taksi dan Uber," kata Beckett.
"Jadi saran kami adalah memesan terlebih dahulu transportasi darat atau pertimbangkan naik kereta saat datang ke bandara," katanya.
Qantas kurangi penerbangan domestik
Maskapai penerbangan nasional Qantas menyatakan akan memangkas lima persen lagi penerbangan domestiknya saat ini, sebagai langkah pemulihan dari pandemi dan meroketnya harga bahan bakar.
Maskapai ini masih kekurangan jumlah penerbangan dibandingkan periode pra-pandemi, tapi berharap dimulainya liburan sekolah akan mendorong pemulihan situasi ini.
Sebagian besar kapasitas Qantas akan dipotong pada rute-rute frekuensi tinggi.
Baca Juga: Jelajah Wisata Australia Barat yang Ramah Makanan Halal
Dirut Qantas, Alan Joyce, mengatakan bahwa industri penerbangan ibaratnya "berkarat" akibat terhenti beroperasi selama COVID-19.
Namun, dia yakin Qantas akan dapat mengatasi permasalahan dalam beberapa minggu.
Qantas berencana memberikan bonus A$5.000 per orang kepada 19.000 pegawainya, setelah mereka menandatangani kontrak serikat buruh yang baru setelah pembekuan upah selama dua tahun.
Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.
Berita Terkait
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya