Suara.com - Setelah terselenggaranya Formula E pada 4 Juni 2022 lalu, kepanitiaan ajang balap mobil listrik itu ternyata sudah dibubarkan. Nantinya ketika pelaksanaan Formula E tahun berikutnya, akan dibentuk lagi kepanitiaan baru.
Hal ini disampaikan oleh VP Communication Formula E Jakarta 2022, Iman Sjafei. Iman mengaku belum mengetahui komposisi dari panitia pelaksana atau Organizing Committee (OC) Formula E di tahun 2023.
"Kepanitiaan atau OC kayaknya akan kepanitiaan baru, tapi enggak tahu apakah orangnya ada yang lama-lama, atau ada yang baru juga. Kepanitiaan yang kemarin sudah dibubarkan," ujar Iman saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (4/7/2022).
Nantinya kepanitiaan baru akan dibentuk di bawah kepemimpinan Penjabat Gubernur baru. Mengingat masa jabatan Gubernur Anies Baswedan akan habis pada bulan Oktober 2022. Pada susunan kepanitiaan baru, anggota DPR sekaligus crazy rich Tanjung Priok, Ahmad Sahroni belum tentu terpilih lagi jadi Ketua Panitia Pelaksana Formula E.
"Belum tentu ketuanya pak Sahroni, cuma walaupun memang kayaknya masih dia lagi, menurut gue. Tapi belum tentu. Gubernurnya kan sudah pasti ganti, jadi ini Formula E di Pemprov yang baru," ucapnya.
Terkait target waktu pembentukan panitia baru, Iman mengaku belum mengetahuinya. Namun, jadwal balapan Formula E tahun 2023 sudah diketahui yakni di bulan Juni.
Kendati demikian, Iman meyakini Ikatan Motor Indonesia (IMI) pasti akan kembali dilibatkan dalam ajang Formula E tahun berikurnya. Organisasi yang dipimpin Ketua MPR RI Bambang Soesatyo ini disebutnya terlibat dalam mayoritas ajang balap di Indonesia.
"Pasti dong. Semua ajang balap di indonesia sudah pasti IMI terlibat."
Diberitakan sebelumnya, DKI Jakarta bakal kembali menggelar Formula E di tahun 2023. Bahkan, ibu kota dijadwalkan menggelar ajang balap mobil listrik itu sebanyak dua kali dalam satu tahun.
Baca Juga: Sudah Masuk Kalender Sementara FIA, Panitia Akui Belum Tentu Gelar Formula E Dua Hari
Hal ini diketahui berdasarkan kalender sementara balapan musim kesembilan atau tahun 2023 yang dirilis Federasi otomotif dunia (FIA). Berdasarkan informasi yang disampaikan, Jakarta akan menggelar Formula E sebanyak dua kali, yakni 3 dan 4 Juni 2022.
Musim 2023 nantinya akan dimulai pada bulan Januari sampai Juli 2023. Kota yang pertama mengadakan balapan sebagai pembuka musim adalah Mexico City, Mexico pada 14 Januari.
Balapan penutup akan diadakan pada 30 Juli 2023 di London, Inggris.
Ketua Panitia Pelaksana Formula E Jakarta, Ahmad Sahroni sempat menyampaikan keinginannya untuk menggelar balapan malam hari atau night race di Jakarta. Alasannya, pemandangan di area sirkuit saat balapan disebutnya sangat indah.
Co-Founder Formula E, Alberto Longo pun menyambut baik rencana ini. Meski belum ada keputusan Jakarta akan menggelar night race, ia mengaku akan mempertimbangkannya bersama tim.
Berikut jadwal sementara Formula E 2023:
Berita Terkait
-
Sudah Masuk Kalender Sementara FIA, Panitia Akui Belum Tentu Gelar Formula E Dua Hari
-
Formula E Jakarta Dapat Dua Slot Balapan, Panitia Pertimbangkan Gelar Night Race Tahun Depan
-
PSI Curiga Rencana Jakpro Ambil PI Interest Blok Migas buat Bayar Commitment Fee Formula E
-
Kronologi Perseteruan Adam Deni dan Ahmad Sahroni, Berlanjut Babak Kedua!
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Skenario Evakuasi 15 WNI di Iran: Rute Jalur Darat 10 Jam ke Azerbaijan
-
BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan JKN Sudah Sesuai Prinsip Syariah
-
Iran Hancurkan Stasiun CIA di Arab Saudi
-
Menlu Sugiono Jawab Desakan Publik Agar Indonesia Keluar dari Board of Peace
-
Prabowo Jadi Mediator? RI Mulai Jalin Komunikasi Rahasia dengan Iran dan Amerika Serikat
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi AS, Indonesia Tetap Tawarkan Diri Jadi Mediator
-
Junaedi Saibih Divonis Bebas dalam Kasus Suap Vonis Korupsi Ekspor CPO
-
Tinggalkan Istana Usai Pertemuan: AHY Antar SBY, Gibran Satu Mobil Bareng Jokowi
-
Benarkah Gaji Nakes Jakarta Mandek 10 Tahun? Ini Duduk Perkaranya
-
Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya