Suara.com - Indonesia Memanggil 57+ Institute atau IM57+ Institute menyebut Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar tidak patuh dalam proses penegakan kode etik yang tengah diusut Dewan Pengawas KPK. Lili diketahui batal hadir dalam sidang etik perdana sebagai terperiksa kasus dugaan gratifikasi tiket nonton MotoGP.
Ketua IM57+ Institute, Praswad Nugraha, menyebut sikap Lili Pintauli menunjukan ketidakseriusan mengenai penegakan etik.
"Prinsip penting yang perlu dipahami publik. Lili menunjukan bahwa bagi dia, isu penegakan etik bukanlah prioritas," ucap Praswad melalui keterangan tertulis, Kamis (7/7/2022).
Praswad yang merupakan eks Pegawai KPK, menilai sepatutnya Lili malu terkait proses etik yang tengah diusut Dewas yang cukup serius, malah memetingkan menjalani dinas ke Bali. Bagi Praswad, kegiatan itu seharusnya dapat diwakilkan oleh pimpinan KPK yang lain.
"Seharusnya Lili malu ketika adanya persidangan etik dengan tuduhan sangat serius malah memilih untuk pergi ke Bali dengan alasan perjalanan dinas yang sebetulnya sangat bisa dilakukan oleh pimpinan lain," ucap Praswad.
"Lili keluar daerah bukan melaksanakan OTT yang tidak bisa ditunda. Disisi lain, Dewas juga seharusnya dapat menjaga marwahnya dalam proses penegakan etik," lanjutnya.
Menurut Praswad, kasus yang kini diduga melibatkan Lili tidak hanya sebatas pelanggaran etik. Namun, adanya dugaan tindak pidana yang sepatutnya pula diusut tuntas nantinya.
"Ini menjadi penting karena apapun yang dilakukan Lili seharusnya tidak menghapuskan pertanggungjawaban Lili. Terlebih potensi pasal yang dituduhkan merupakan hal yang jelas pidananya," ungkapnya
Terakhir, kata Praswad, kontroversi yang dilakukan Lili selama menjabat pimpinan KPK bukan hanya sekali ini. Praswad menyebut dengan adanya kasus etik sebelumnya terkait berkomunikasi dengan pihak berperkara yakni, Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial harusnya sudah diputus Dewas KPK dengan pemecatan Lili dari jabatannya sebagai pimpinan KPK.
Baca Juga: Suap Auditor BPK Jabar, KPK Segera Adili Bupati Bogor Ade Yasin di PN Tipikor Bandung
"Kasusnya sudah banyak, harusnya dia berpredikat dipecat, bukan mundur. Lanjutkan gelar sidang kode etik dewan pengawas atas kasus Lili, tidak peduli dia mundur atau tidak mundur, jangan sampai ada kompromi dan kesepakatan gelap di balik mundurnya Lili," katanya.
Berita Terkait
-
Periksa Sekda Kota Ambon, KPK Telisik Penghasilan Hingga Aset Milik Walkot Richard Louhenapessy
-
Suap Auditor BPK Jabar, KPK Segera Adili Bupati Bogor Ade Yasin di PN Tipikor Bandung
-
Lili Pintauli Mangkir Sidang Etik Perdana Gratifikasi Nonton MotoGP, KPK: Berikan Keynote Speech dan Narsum Kegiatan G20
-
KPK Jelaskan Alasan Lili Pintauli Tidak Hadir Dalam Sidang Etik Dewas
-
Terlibat Korupsi Terminal Bunut Hilir, Satriadi dan Lili Silvia Dituntut Penjara 2 Tahun Lebih
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih
-
Ade Armando Resmi Keluar dari PSI, Pengamat Sebut Demi Selamatkan Citra Partai
-
Mensos Gus Ipul Sambangi KPK Besok, Minta Nasihat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat yang Disorot
-
Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
-
Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut