News / Internasional
Kamis, 07 Juli 2022 | 20:40 WIB
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. [Niklas HALLE'N/AFP]

Dukungan Johnson terhadap Ukraina begitu kuat sehingga dia dikenal sebagai "Borys Johnsoniuk" oleh beberapa orang di Kiev. Dia terkadang mengakhiri pidatonya dengan "Slava Ukraini" - atau "Kemenangan untuk Ukraina".

Rusia berulang kali menganggapnya sebagai badut yang kurang siap yang mencoba bertarung jauh melampaui kemampuan Inggris yang sebenarnya.

Zakharova dengan nada gembira menggambarkan Johnson sebagai penulis mengenai kejatuhannya sendiri.

"Boris Johnson terkena bumerang yang diluncurkan oleh dirinya sendiri," katanya. "Rekan-rekan seperjuangannya telah meninggalkannya."

Sumber: Reuters/Antara

Load More