Suara.com - Beberapa kasus peredaran rokok dan miras ilegal kembali berhasil digagalkan oleh Bea Cukai. Kali ini, penindakan dilakukan oleh Bea Cukai Pasuruan, Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan DIY, serta Bea Cukai Tegal.
Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana, mengatakan, penindakan yang dilakukan di ketiga wilayah tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan masyarakat.
“Ini merupakan salah satu fungsi Bea Cukai sebagai community protector. Selain itu, Bea Cukai juga berupaya untuk menciptakan keadilan berusaha dengan memastikan rokok dan miras yang ada di pasaran merupakan barang legal,” ujar Hatta.
Komitmen untuk melindungi masyarakat ditunjukkan oleh Bea Cukai Pasuruan. Sepanjang semester I 2022, Bea Cukai Pasuruan telah melakukan 71 kali penindakan. Dari rangkaian penindakan tersebut, petugas Bea Cukai Pasuruan berhasil mengamakan 6 juta barang rokok dan 210 botol miras ilegal berbagai merek. Nilai barang tersebut ditaksir mencapai Rp7,5 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp5,1 miliar.
Di wilayah Jawa Tengah, petugas Kantor Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY telah menggagalkan upaya pengiriman rokok ilegal di jalur distribusi Jawa-Sumatera. Pada penindakan tersebut telah diamankan sebanyak 1,3 juta batang rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp1,5 miliar dan potensi kerugian negara berupa cukai, PPN hasil tembakau, dan pajak rokok senilai Rp1 miliar.
Petugas melakukan pengejaran terhadap kendaraan yang menjadi target operasi di gerbang tol Muktiharjo, Kota Semarang pada Jumat (8/7/2022). Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat 82 karton rokok jenis sigaret kretek mesin sebanyak 1,3 juta batang rokok tanpa dilekati pita cukai. Selanjutnya truk beserta sopir (MA) dan (AS) dibawa ke Kanwil Bea Cukai Jateng DIY untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga akhir Juni 2022, Bea Cukai Kanwil Jateng DIY telah berhasil mengamankan 33,6 Juta batang rokok ilegal dengan nilai barang mencapai Rp37,45 miliar dan potensi kerugian negara mencapai Rp25,5 miliar.
Masih di Jawa Timur, pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal juga dilakukan Bea Cukai Tegal. Menyambut adanya berbagai promo belanja di e-commerce pada tanggal-tanggal tertentu, Bea Cukai Tegal secara aktif mengantisipasi adanya modus pengiriman rokok ilegal melalui ekspedisi di gudang pusat penyortiran barang milik perusahaan jasa ekspedisi di Kabupaten Tegal pada Kamis (7/7/2022).
Koordinasi yang dilakukan Bea Cukai Tegal dengan perusahaan jasa ekspedisi ini dilakukan lantaran adanya informasi masyarakat mengenai peredaran rokok ilegal melalui kiriman paket. Jumat (8/7/2022) pukul 02.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB Petugas Bea Cukai Tegal telah berada di Gudang Pusat Penyortiran di Kabupaten Tegal dengan didampingi oleh bagian operasional dan gudang perusahaan jasa ekspedisi melakukan pemeriksaan terhadap paket-paket yang datang dan disinyalir berisikan rokok ilegal.
Paket-paket yang diperiksa atas dasar informasi yang ada umumnya berasal dari wilayah barat dan timur Kabupaten Tegal. Setelah dilakukan pemeriksaan, didapati puluhan paket berisi rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai sejumlah 289 ribu batang dengan total perkiraan nilai barang sebesar Rp330 juta. Atas penindakan tersebut, Bea Cukai Tegal berhasil mengamankan penerimaan negara dengan perkiraan sebesar Rp221 juta.
Baca Juga: Lindungi Industri Rumahan, Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Rokok Kelembak Kemenyan
Hatta menambahkan, pihaknya akan terus mengawasi dan menindak tegas peredaran rokok ilegal, karena selain merugikan keuangan negara, juga berdampak terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui adanya indikasi peredaran rokok ilegal untuk jangan ragu melaporkan ke Kantor Bea Cukai terdekat, call center 150225, atau instansi penegak hukum lainnya,” pungkas Hatta.
Berita Terkait
-
Deretan Bisnis MSAT Alias Mas Bechi, Tersangka Pelecehan Seksual Santri Jombang
-
Reviewer Karaoke Ayu Ting Ting Ungkap Hal Ini soal Mushola dan Aturan Bawa Minum
-
Polisi Tangkap Pencuri Kambing Kurban Untuk Pelengkap Pesta Miras di Makassar
-
Ingin Berhenti Merokok? Simak 4 Tips Sederhana ini!
-
Anak Durhaka yang Lindas Ibunya dengan Sepeda Motor Gara-gara Tak Diberi Uang untuk Beli Miras Terancam 5 Tahun Bui
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bertemu Prabowo di Istana, PM Albanese: Kami Selalu Merasa Sangat Disambut di Sini
-
Jadi Tersangka Suap Bea Cukai, Direktur P2 DJBC Rizal Ternyata Punya Harta Rp19,7 Miliar
-
Di Sidoarjo, Gus Ipul Ajak Camat Hingga Kades Bersama Perbarui Data
-
Sudah Bocor! Ini Prediksi Awal Ramadan 1447 H Berdasarkan Hasil Hisab Kemenag
-
Perkuat Stabilitas Indo-Pasifik, Prabowo dan PM Albanese Resmi Teken Traktat Keamanan Bersama
-
Update Terbaru: Ini Daftar Rumah Sakit yang Menampung 40 Korban Luka Akibat Gempa Pacitan di DIY
-
11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, PDIP: Keselamatan Rakyat Tak Boleh Dikalahkan Birokrasi!
-
Ingatkan Seluruh Kader Gerindra, Sugiono: Pejuang Politik Harus Bela Kaum Lemah dan Miskin
-
Terkuak! Cacahan Uang BI Awalnya Mau Dibuang ke Bantar Gebang
-
Gempa Pacitan Disebut Berada di Zona Megathrust, Pakar Tegaskan Tak Berdampak ke Sesar Opak di DIY