- Gempa Pacitan bermagnitudo 6,2 terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, bersumber dari zona megathrust subduksi lempeng.
- Mekanisme gempa berupa patahan naik-miring, berbeda dari gempa sesar aktif daratan seperti Sesar Opak di Yogyakarta.
- Gempa susulan tercatat 19 kali di DIY, sementara kerusakan di Bantul meliputi 15 korban luka dan 13 titik bangunan rusak.
Suara.com - Gempa Pacitan dengan magnitudo 6,2 menggegerkan warga di beberapa wilayah termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gempa bumi yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) itu disebut berasal dari zona megathrust.
Hal itu disampaikan oleh Direktur The Ekliptika Institute Marufin Sudibyo.
Ia memaparkan bahwa gempa Pacitan merupakan gempa subduksi yang terjadi di zona pergesekan antara lempeng Australia di bagian bawah dan mini lempeng Sunda bagian dari lempeng Eurasia di bagian atas.
"Gempa ini adalah gempa subduksi di zona megathrust," kata Marufin saat dikonfirmasi, Jumat siang.
Ia menuturkan bahwa mekanisme sumber gempa kali ini berupa patahan naik-miring. Pergerakan tersebut dapat dilihat sebagai ciri khas gempa megathrust.
Karakter gempa tektonik semacam itu berbeda dengan gempa yang bersumber dari sesar aktif di daratan. Termasuk pula dalam hal ini, Sesar Opak yang ada di wilayah DIY.
Melihat dari episenter gempa yang berada di laut dan sekitar 90 kilometer dari Kota Pacitan, Marufin bilang hal tersebut terlampau jauh dari sistem sesar aktif di daratan, termasuk Sesar Opak di DIY.
"Posisinya jauh dari sesar kerak dangkal seperti Sesar Opak. Sehingga sangat sulit untuk berdampak atau memicu aktivitas Sesar Opak," ucapnya.
Terkait laporan kerusakan yang beredar salah satunya kerusakan berat sebuah rumah di Pacitan, kata Marufin, tidak bisa semata-mata dilihat dari dampak gempa.
Baca Juga: Apa Penyebab Gempa Pacitan M 6.4 Hari Ini? Terasa di 26 Wilayah, BMKG Buka Suara
Lebih jauh dia menduga ada andil dari kelemahan struktur bangunan yang menyebabkan sejumlah kerusakan tersebut. Namun ia memastikan gempa Pacitan tidak berkaitan dengan aktivitas di Sesar Opak dk wilayah Yogyakarta.
"Lalu yang di Yogyakarta dan sekitarnya, memahami bahwa gempa Pacitan merupakan fenomena tektonik laut dalam yang tidak berkaitan dengan aktivitas Sesar Opak di wilayah Yogyakarta," tandasnya.
Terpisah, Koordinator Tim Observasi Stasiun Geofisika BMKG DIY, Budiarta, memberikan menyebut ada 19 kali gempa susulan yang berhasil direkam oleh instrumen pemantau hingga pagi hari.
"Sampai jam 6.58 WIB tercatat 19 kali gempa susulan dengan range magnitude 1.9 sampai dengan 4," ujar Budiarta.
Sementara itu proses pendataan dampak gempa khususnya di DIY, masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Sejauh ini laporan BPBD Bantul ada 15 orang yang terluka akibat gempa dini hari tadi dan sebanyak 13 titik kerusakan bangunan.
Berita Terkait
-
Panik Gempa Dini Hari, Belasan Warga Bantul Luka-luka Akibat Terbentur saat Selamatkan Diri
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
11 Perlengkapan Wajib dalam Tas Siaga Bencana, Sudah Punya?
-
Apa Penyebab Gempa Pacitan M 6.4 Hari Ini? Terasa di 26 Wilayah, BMKG Buka Suara
-
Sesar Opak Picu Gempa M 4,5 di Bantul, BMKG Catat Puluhan Gempa Susulan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Arus Balik Mulai Padat, Tol JogjaSolo Ruas PrambananPurwomartani Diserbu Kendaraan
-
Melonjak Dua Kali Lipat, Kunjungan Candi Prambanan Tembus 17 Ribu Orang per Hari
-
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pengacara Pastikan Tetap Akan Kooperatif
-
Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Kisah Brigadir Fajar Permana Gugur Kawal Arus Mudik 2026
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan
-
Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi
-
Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran
-
Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?
-
Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel