Suara.com - Sebanyak 8 warga negara Indonesia atau WNI tertahan di Pelabuhan Taiwan selama beberapa bulan. Kini akhirnya mereka bisa pulang.
Sebab Otoritas Taiwan mengizinkan penggantian delapan WNI yang menjadi awak kapal Jiang Ye agar mereka dapat segera pulang ke Indonesia.
Selama ini, otoritas Taiwan menutup pelabuhannya bagi proses penggantian awak kapal untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Kedelapan WNI itu tertahan dan tidak dibayar gajinya selama enam bulan di pelabuhan Taiwan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, KDEI Taipei segera berkoordinasi dengan pihak Departemen Transportasi dan Komunikasi Taiwan untuk meminta izin penggantian awak kapal.
Kantor dagang dan ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei telah menerima surat dari Biro Kelautan dan Pelabuhan Departemen Transportasi dan Komunikasi Taiwan yang mengizinkan proses penggantian (crew change) kedelapan 8 WNI itu melalui pelabuhan di Taiwan, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Selasa.
KDEI Taipei juga mendorong tanggung jawab pemilik kapal untuk membayar gaji kedelapan awak tersebut dan segera menyediakan pengganti.
Selama mereka tertahan di kapal, KDEI terus menjalin komunikasi untuk memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik.
KDEI juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja dan BP2MI untuk melakukan langkah repatriasi dan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan para awak tersebut serta meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang memberangkatkan. (Antara)
Baca Juga: Keberadaan WNI di Srilanka Dikhawatirkan Saat Demonstrasi Dan Krisis Ekonomi
Berita Terkait
-
WNI Dikurung di Malaysia, 2 Pelaku Didenda Usai Tahan Paspor Korban
-
Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya
-
Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman
-
WNI di Jerman Tewas Ditusuk Tetangga
-
Tegaskan Komitmen Sebagai WNI, Tim Geypens Bantah Keras Isu Ingin Jadi Warga Belanda Lagi
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!