Suara.com - Video lawas Sukmawati Soekarnoputri berpidato mengenai Soekarno dan Nabi Muhammad kembali viral setelah salah seorang netizen TikTok mengunggahnya lagi.
Dalam sebuah diskusi, Sukmawati berbicara tentang perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan RI dari jajahan Belanda yang kemudian melontarkan pertanyaan: "Sekarang saya mau tanya semua, yang berjuang di abad 20 itu Yang Mulia Nabi Muhammad apa Ir Sukarno, untuk kemerdekaan?".
Video itu direkam pada tahun 2019 lalu dan sempat jadi perbincangan heboh. Tak lama kemudian Sukmawati memberikan klarifikasi terkait pernyataannya bahwa ia tidak membandingkan Soekarno dan Nabi Muhammad.
Imbas video yang viral di TikTok tersebut, Sukmawati Soekarnoputri yang merupakan putri Presiden Soekarno ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Lantas siapa sebenarnya Sukmawati Soekarnoputri? Yuk simak saja langsung profil Sukmawati Soekarnoputri berikut ini.
Profil Sukmawati Soekarnoputri
Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri lahir pada 26 Oktober 1951 yang berarti kini berusia 70 tahun. Ia adalah putri dari presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Sukmawati merupakan adik Megawati Soekarnoputri dan dan Rachmawati Soekarnoputri.
Latar Belakang Pendidikan
Sukmawati Soekarnoputri menyelesaikan pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat (SR) pada tahun 1964. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Akademi Tari di LPKJ, Jakarta dan lulus tahun 1974.
Karier Politik
Beberapa tahun kemudian Sukmawati memutuskan untuk terjun ke panggung politik pada 1998. Ia membangkitkan kembali Partai Nasional Indonesia (PNI) di bawah nama baru PNI Soepeni.
Dalam pemilihan umum tahun 1999, partai tersebut hanya memperoleh 0,36 persen suara. Akibat performa yang kurang baik, pada tahun 2002 partai ini berganti nama menjadi Partai Marhaenisme dengan posisi ketua umum dijabat oleh Sukmawati.
Sementara itu dalam pemilihan umum 2004, partai ini hanya mampu mengamankan satu kursi pemerintah setelah memperoleh 0,81 persen suara. Terakhir pada pemilihan umum 2009, partai ini kehilangan kursi di pemerintah usai memperoleh 0,3 persen suara.
Setelahnya pada 2011, Sukmawati memilih rehat dari dunia politik dengan meluncurkan buku berjudul "Creeping Coup D'Tat Mayjen Suharto". Buku tersebut berisi kisah hidup Sukmawati sejak dilahirkan di Istana Merdeka hingga kesaksian sejarahnya terkait kudeta yang dialami Soekarno pada tahun 1965-1967.
Menurut Sukmawati, ketika itu Pangkostrad Mayjen Soeharto serta anggota militer lainnya memakai Surat Perintah 11 Maret 1966 untuk menggulingkan Presiden Soekarno dan mengantarkannya menjadi presiden. Dalam pengakuannya, Sukmawati tidak akan memaafkan Soeharto karena telah melakukan pelanggaran HAM pasca peristiwa 1965.
Kehidupan Pribadi
Tag
Berita Terkait
-
Tersungkur, Momen Domba Adu Kepala Sebelum Disembelih Ini Bikin Ngakak
-
Sukmawati Bandingkan Perjuangan Soekarno dengan Nabi Muhammad, Ibu Atta Halilintar Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke Aurel
-
Seorang WNA Ditetapkan Jadi Tesangka Pemalsuan Paspor
-
Ngakak! Sapi Mager Tak Mau Dipindah ke Tempat Penyembelihan, Terpaksa Diangkat
-
Sukmawati Soekarnoputri Bandingkan Perjuangan Soekarno dengan Nabi Muhammad, Pria Ini Balas dengan Pertanyaan Nyelekit
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja