Suara.com - Kondisi Sri Lanka belakangan menarik perhatian dunia.
Negara tersebut saat ini dinyatakan sebagai negara bangkrut setelah gagal mengatasi krisis ekonomi yang parah selama berbulan-bulan.
Kondisi Sri Lanka dikhawatirkan bisa menular ke negara-negara tetangganya, termasuk Indonesia.
Hal ini juga dinyatkan oleh Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo melalui cuitannya di Twitter.
Pada unggahan di Twitter, Roy Suryo mengunggah beberapa pemberitaan tentang perbandingan Sri Lanka dan Indonesia. Menurutnya, isi pemberitaan terdengar optimis Indonesia tak akan seperti Sri Lanka.
Namun berbeda dari pemberitaan yang ia unggah, Roy Suryo malah menyebutkan bahwa Indonesia bisa seperti Sri Lanka, Laos, maupun Myanmar.
"Hal seperti di Sri Lanka, Laos, dan Myanmar tersebut bukan tidak mungkin tetap bisa juga terjadi di Indonesia," tulis Roy Suryo pada Rabu (13/7/2022).
Menurutnya, kondisi tersebut bisa terjadi jika pemerintah ugal-ugalan berutang.
"Kalau pemerintah ugal-ugalan dalam berutang dan bahkan ngotot soal IKN di tengah krisis," tambahnya.
"Ambyar," ungkap Roy Suryo lagi.
Cuitannya tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Terutama juga menaikkan BBM dan gas secara ugal-ugalan," komentar warganet.
"Indonesia mah beda, tanpa oposisi yang idealis tak akan terjadi seperti di Sri Lanka, saat ini yang ada oposisi oportunis," imbuh warganet lain.
"Inflasi Indonesia relatif stabil, dinamika ekonomi dalam negeri Indonesia di tengah risiko global masih dinilai paling resilien di antara negara-negara lain," tulis warganet di kolom komentar.
Menteri Sri Mulyani Optimis
Berita Terkait
-
Jelly Isi Kopi Salah Satu Inovasi Bidang Kuliner
-
Poco F4 dan F4 GT Laku Keras di Indonesia, Terjual Lebih dari 9.000 Unit
-
Garuda Indonesia Diminta Tutup Sejumlah Kantor Regional dan Domestik untuk Bantu Keuangan
-
Bapak-bapak Curi Pisang Setundun di Acara Medioen Mantu Bikin Warganet Heran: Gitu Amat
-
Nyesek! Gegara Omongan Nyelekit Ibu, Wanita ini Benci hingga Trauma Makan Ayam Goreng Laos
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi