News / Nasional
Rabu, 27 Juli 2022 | 20:12 WIB
Ilustrasi Puasa - Kapan Puasa Asyura dan Tasua: Waktu, Niat, Tata Cara dan Amalannya (Pixabay)

1. Niat Puasa Asyura 

"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâla’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala." 

Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT”. 

2. Niat Puasa Tasua 

"Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala

Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT. 

Niat puasa Tasua bisa dibaca pada malam hari dengan dilafalkan lewat lisan (jahr) maupun dalam hati (sirr). Meski begitu, puasa Tasua tergolong sebagai puasa sunah.

Artinya niatnya dapat juga dibaca pada waktu pagi harinya selama orang yang menjalankan belum makan-minum ataupun melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa lainnya. 

Jika niat puasa Tasua diucapkan setelah terbitnya fajar, lafal niatnya adalah sebagai berikut: 

Baca Juga: Jadwal ANBK 2022 Lengkap untuk SD, SMP, SMA dan Sederajat, Cek di Sini!

"Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala" 

Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu’a pada hari ini karena Allah SWT 

Berbeda halnya dengan puasa di bulan Ramadan (puasa wajib), umat muslim yang akan melakukannya harus membaca niat sejak malam hari. Sedangkan niat puasa sunah Tasua dapat dibaca di pagi hari ini. Ketentuan tersebut tergambar dalam hadis riwayat Aisyah RA: 

 “Nabi SAW pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau berkata: 'Apakah kamu memiliki sesuatu untuk dimakan?' Aku pun menjawab: 'Tidak ada'. 

Beliau pun berkata: 'Kalau begitu saya puasa saja sejak sekarang'. Kemudian. di hari lain beliau menemuiku, lalu aku katakan pada beliau: 'Aku baru saja dihadiahkan hays [jenis makanan berisi campuran kurma, samin, dan tepung]' Lantas, beliau bersabda: 'Berikan makanan tersebut padaku, padahal tadi pagi aku sudah berniat puasa'. Lalu beliau menyantapnya," (H.R. Muslim). 

Tata Cara Puasa Asyura dan Tasua 

Tata cara puasa Asyura dan Tasua sama seperti puasa-puasa lainnya, baik wajib maupun sunnah yang membedakan hanya bacaan niatnya dan jadwal pelaksanaannya. Untuk waktu pelaksannanya sama, yaitu dimulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.  

Selama berpuasa, umat Islam dilarang untuk melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasanya sampai tiba waktunya berbuka. 

Amalan Sunnah Lainnya di Bulan Muharram 

Selain puasa sunnah Asyura dan Tasua, terdapat beberapa amalan sunnah lainnya yang dapat dikerjakan oleh umat Islam. 

Bersedekah di hari Asyura menjadi amalan yang sangat dianjurkan ketika bulan Muharram. Perintah ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: 

Siapa yang puasa hari Asyura, dia seperti puasa setahun. Dan siapa yang bersedekah pada hari itu, dia seperti bersedekah selama setahun.” 

Menurut mazhab Maliki, bersedekah di bulan Muharram sangatlah dianjurkan. Sedangkan pendapat mazhab lainnya, tidak menganjurkannya karena tidak ada landasan dalil yang secara khusus menyebutkan hal tersebut. Penyebabnya adalah mereka mendhaifkan hadits di atas. 

Amalan sunnah lainnya yaitu menyantuni anak yatim dan menjamu tamu. Diriwayatkan bahwa Rasul SAW sangat menyayangi anak-anak yatim, dan menyebut jika lebih menyayangi mereka dibanding hari 10 Muharram (Asyura).

Selain itu, Rasulullah juga menjamu serta bersedekah pada tanggal 10 muharram tidak hanya pada anak-anak yatim saja, tetapi juga keluarga, anak, suami, istri, dan orang orang terdekat, karena itu sunnah bagi Beliau dan sebagai pembuka keberkahan hingga setahun penuh. (Faidhul qadir juz 6 hal 235-236). 

Diriwayatkan pula, jika sayyidna Umar ra juga menjamu tamu dengan jamuan khusus, pada saat malam 10 muharram (Musnad Imam Tabrani/ Tafsir Ibn katsir Juz 3 hal 244). 

Nah itulah tadi ulasan mengenai kapan puasa Asyura dan Tasua? Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, hendaknya kita mengikuti amalan-amalan sunnah yang dikerjakan selama bulan Muharram. 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Load More