1. Niat Puasa Asyura
"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâla’i sunnatil asyura lillahi ta‘ala."
Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT”.
2. Niat Puasa Tasua
"Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala"
Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.
Niat puasa Tasua bisa dibaca pada malam hari dengan dilafalkan lewat lisan (jahr) maupun dalam hati (sirr). Meski begitu, puasa Tasua tergolong sebagai puasa sunah.
Artinya niatnya dapat juga dibaca pada waktu pagi harinya selama orang yang menjalankan belum makan-minum ataupun melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa lainnya.
Jika niat puasa Tasua diucapkan setelah terbitnya fajar, lafal niatnya adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Jadwal ANBK 2022 Lengkap untuk SD, SMP, SMA dan Sederajat, Cek di Sini!
"Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala"
Artinya: Aku berniat puasa sunah Tasu’a pada hari ini karena Allah SWT
Berbeda halnya dengan puasa di bulan Ramadan (puasa wajib), umat muslim yang akan melakukannya harus membaca niat sejak malam hari. Sedangkan niat puasa sunah Tasua dapat dibaca di pagi hari ini. Ketentuan tersebut tergambar dalam hadis riwayat Aisyah RA:
“Nabi SAW pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau berkata: 'Apakah kamu memiliki sesuatu untuk dimakan?' Aku pun menjawab: 'Tidak ada'.
Beliau pun berkata: 'Kalau begitu saya puasa saja sejak sekarang'. Kemudian. di hari lain beliau menemuiku, lalu aku katakan pada beliau: 'Aku baru saja dihadiahkan hays [jenis makanan berisi campuran kurma, samin, dan tepung]' Lantas, beliau bersabda: 'Berikan makanan tersebut padaku, padahal tadi pagi aku sudah berniat puasa'. Lalu beliau menyantapnya," (H.R. Muslim).
Tata Cara Puasa Asyura dan Tasua
Tata cara puasa Asyura dan Tasua sama seperti puasa-puasa lainnya, baik wajib maupun sunnah yang membedakan hanya bacaan niatnya dan jadwal pelaksanaannya. Untuk waktu pelaksannanya sama, yaitu dimulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.
Selama berpuasa, umat Islam dilarang untuk melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasanya sampai tiba waktunya berbuka.
Amalan Sunnah Lainnya di Bulan Muharram
Selain puasa sunnah Asyura dan Tasua, terdapat beberapa amalan sunnah lainnya yang dapat dikerjakan oleh umat Islam.
Bersedekah di hari Asyura menjadi amalan yang sangat dianjurkan ketika bulan Muharram. Perintah ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:
“Siapa yang puasa hari Asyura, dia seperti puasa setahun. Dan siapa yang bersedekah pada hari itu, dia seperti bersedekah selama setahun.”
Menurut mazhab Maliki, bersedekah di bulan Muharram sangatlah dianjurkan. Sedangkan pendapat mazhab lainnya, tidak menganjurkannya karena tidak ada landasan dalil yang secara khusus menyebutkan hal tersebut. Penyebabnya adalah mereka mendhaifkan hadits di atas.
Amalan sunnah lainnya yaitu menyantuni anak yatim dan menjamu tamu. Diriwayatkan bahwa Rasul SAW sangat menyayangi anak-anak yatim, dan menyebut jika lebih menyayangi mereka dibanding hari 10 Muharram (Asyura).
Selain itu, Rasulullah juga menjamu serta bersedekah pada tanggal 10 muharram tidak hanya pada anak-anak yatim saja, tetapi juga keluarga, anak, suami, istri, dan orang orang terdekat, karena itu sunnah bagi Beliau dan sebagai pembuka keberkahan hingga setahun penuh. (Faidhul qadir juz 6 hal 235-236).
Diriwayatkan pula, jika sayyidna Umar ra juga menjamu tamu dengan jamuan khusus, pada saat malam 10 muharram (Musnad Imam Tabrani/ Tafsir Ibn katsir Juz 3 hal 244).
Nah itulah tadi ulasan mengenai kapan puasa Asyura dan Tasua? Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, hendaknya kita mengikuti amalan-amalan sunnah yang dikerjakan selama bulan Muharram.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
32 Twibbon Tahun Baru Islam 2022, Dipasang Memperingati 1 Muharram 1444 H
-
Ini Niat Puasa Tasua dan Asyura 2022, Kapan Puasa Muharram Dimulai?
-
Adakah Amalan 1 Muharram, Puasa Khusus Akhir dan Awal Tahun? Ini Kata Buya Yahya
-
Benarkah Menikah di Bulan Muharram Mengandung Malapetaka? Ini Penjelasannya
-
Tahun Baru Islam 2022 Berapa Hari Lagi? Simak Jadwal 1 Muharram 1444 Hijriah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT