Suara.com - Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menentang kebijakan Gubernur Anies Baswedan yang melakukan penjenamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) jadi Rumah Sehat. Apalagi, alasan yang digunkan untuk hal ini dinilainya tidak masuk akal.
Gilbert mengatakan, Anies melakukan penjenamaan dengan tujuan agar masyarakat menyadari pentingnya hidup sehat. Upaya promotif preventif akan menurunkan angka kematian dan mengurangi biaya layanan kuratif.
"Akan tetapi kontradiktif dengan realita, preventif berupa BIAN (imunisasi) di DKI sebagai kota dengan penduduk sekitar 11 juta jiwa, kalah dengan Provinsi di Jawa yang penduduknya 35 juta dengan daerah yang sangat luas," ujar Gilbert kepada wartawan, Senin (8/8/2022).
Menurutnya, tujuan mengubah pola pikir ini tidak bisa dilakukan dengan penjenamaan. Bahkan, Dokter Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia ini juga menilai dalam ilmu kesehatan masyarakat pengubahan pola pikir lewat penjenamaan tidak ada.
"Masalahnya tidak ada satu pun konsep Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam bidang Promosi Kesehatan yang menyebutkan perubahan nama akan mengubah pola pikir, seperti mengganti nama seseorang untuk memperbaiki rezekinya," tuturnya.
Ia menyebut selama ini semua konsep Promosi Kesehatan adalah penyuluhan untuk berbagai topik.
Di antaranya seperti Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Cuci tangan pakai sabun (CTPS), Mengkonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur, tidak membuang sampah sembarangan dan lain sebagainya.
Lalu, promosi kesehatan terbaru berupa penyuluhan yang sangat gencar adalah menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M) di masa pandemi Covid-19.
"Tidak ada arti kata rumah sehat dalam penyuluhan/promosi kesehatan saat Covid," ucapnya.
Karena itu, ia mengaku heran dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang memberikan Anies izin untuk melakukan penjenamaan RSUD. Ia menganggap Budi yang bukan berlatarbelakang Kesehatan harus mengikuti disiplin ilmu yang sudah ada.
"Konsultasi ke ahli Ilmu Kesehatan Masyarakat dan ahli tata bahasa akan menjernihkan kerancuan ini sebelum terlalu jauh."
Berita Terkait
-
Angggap Branding RSUD jadi Rumah Sehat Rancu, Gilbert PDIP: Anies dan Menkes Tak Paham Ilmu Kesehatan Lingkungan
-
Soroti Kasus Pembunuhan Brigadir J, Dewi Tanjung Sebut Skenario Sang Jenderal Senjata Makan Tuan
-
Pastikan Calon Menpan-RB dari Kader PDIP, Hasto: Diumumkan Setelah 40 Hari Wafatnya Tjahjo
-
Hasto Pastikan Calon Menpan RB Berasal dari Kader PDI Perjuangan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?