Suara.com - Kasus Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat kini memasuki genap satu bulan setelah mencuat ke permukaan publik. Adapun kasus tersebut baru terungkap pada Senin (11/6/2022) padahal Brigadir J tewas dua hari sebelumnya yakni Sabtu (8/6/2022).
Memasuki satu bulan, penyelidikan terhadap kematian sosok ajudan Irjen Ferdy Sambo tersebut membuka babak baru dengan temuan dan kesaksian teranyar.
Perkembangan tersebut meliputi beberapa anggota Polri dimutasi sebagai buntut kasus tersebut dan munculnya kesaksian baru yang terekspos ke masyarakat.
Berikut perkembangan satu bulan kasus Brigadir J selengkapnya.
Beberapa anggota divisi Propam dimutasi, Ferdy Sambo salah satunya
Sebagai buntut dari kematian Brigadir J, beberapa anggota dari divisi Propam Polri dimutasi ke Yanma Polri. Tak tanggung-tanggung, beberapa dari mereka berpangkat Perwira Tinggi dan Menengah yang salah satunya adalah Irjen Ferdy Sambo.
Adapun selain Ferdy Sambo, para eks anggota divisi Propam seperti Brigjen Hendra Kurniawan, Brigjen Benny Ali, Kombes Denny Setia Nugraha, dan Kombes Agus Nur Patria turut dimutasi ke Pati Yanma.
Tak hanya itu, beberapa Perwira Menengah juga masuk ikut masuk ke daftar yakni Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan AKBP Arif Rachman Arifin.
Langkah mutasi tersebut diputuskan langsung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo via Surat Telegram Rahasia (STR) nomor 1628/VIII/Kep/2022, tertanggal 4 Agustus 2022.
Irjen Ferdy Sambo diamankan
Bak sudah jatuh tertimpa tangga, Ferdy Sambo yang dicopot jabatannya dari Kadiv Propam akhirnya diamankan oleh kepolisian pada Sabtu (6/8/2022) pekan lalu. Pada hari itu, tampak beberapa personel kepolisian menjemput paksa Ferdy di kediamannya, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Kini, Ferdy Sambo ditahan selama 20 hari terhitung dari hari penangkapannya tersebut. Diketahui bahwa sosok eks Kadiv Propam tersebut kini mendekam di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Bharada E diperiksa ulang, mengaku diperintah atasan
Bharada Richard Eliezer alias Bharada E terjadwal akan diperiksa ulang oleh Komnas HAM. Sebelumnya, pengacara Bharada E mengungkap bahwa kliennya ternyata mendapat perintah dari atasan untuk menghabisi nyawa Brigadir J yang tewas di rumah Ferdy Sambo.
"Dari BAP (berita acara pemeriksaan) dan keterangan kepada kuasa hukum dia (Bharada E) mendapatkan tekanan dapat perintah untuk menembak itu saja," ungkap Muhammad Boerhanuddin selaku pengacara Bharada E kepada wartawan, Senin (8/8/2022).
Berita Terkait
-
Polisi Baru Tetapkan Dua Orang, Mahfud MD Malah Sebut Ada Tiga Tersangka dalam Kasus Tewasnya Brigadir J
-
Komnas Perempuan Dilibatkan Penyelidikan Dugaan Pelecehan Seksual Istri Ferdy Sambo
-
Siapa Brigadir Ricky? Ini Sosok RR Tersangka Baru Kasus Brigadir J
-
Usut Dugaan Kekerasan Seksual Istri Ferdy Sambo, Komnas HAM Minta Bantuan Komnas Perempuan
-
Komnas HAM Akan Telusuri Whatsapp Ajudan Ferdy Sambodo, Komunikasi Sebelum Terjadi Penembakan Brigadir J
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan