Suara.com - Pelayanan kesehatan untuk jemaah tidak hanya diberikan selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, namun juga saat awal jemaah tiba di Arab Saudi dan akan kembali di tanah air. Hal ini agar kondisi kesehatan jemaah dapat terpantau dalam menjalankan rangkaian ibadahnya selama hampir 42 hari di tanah suci.
Koordinator Lapangan Promosi Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr Aris Yudhariansyah, MM, mengatakan, tim kesehatan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberi layanan kesehatan kepada jemaah dari kedatangan baik pada gelombang pertama dan ke-dua.
"Di bandara kita punya PPIH Kesehatan yang sejak awal menerima dan mengawasi kesehatan jemaah haji sejak saat tiba di Arab Saudi saudi dan persiapan jemaah haji pulang ke Indonesia," ujarnya kepada tim Media Center Haji (MCH), Sabtu (6/8).
Diceritakan dr Aris, jika ada jemaah haji membutuhkan pelayanan kesehatan, maka tim kesehatan siap melayani jemaah.
Apalagi proses kepulangan jemaah, PPIH bidang kesehatan mempunyai pos kesehatan untkk menstabilisasi dan menyiapkan jemaah pulang ke Indonesia.
"Jemaah bisa istirahat baik pas datang dan akan kepulangan ke tanah air," katanya.
Selama memberi layanan kesehatan pada para jamaah, diakui Aris, ketersediaan SDM kesehatan masih sedikit bila dibandingkan dengan jamaah haji Indonesia yang rata-rata berusia lanjut usia (lansia) dan memiliki resiko tinggi (risti). Karena setiap kelompok terbang (kloter) ada 30 orang jamaah yang kondisi risti sehingga harus diawasi dan harus dikomunikasikan antara PPIH bidang kesehatan dan dokter kloternya.
"Sehingga ini sedikit memberi penanganan ekstra," ucapnya.
Untuk penyakit paling banyak diderita jamaah, kata dr Aris yakni Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta penyakit gangguan jantung yang mengakibatkan kematian.
Baca Juga: Keren! Ambu Anne Kerahkan 201 Mobil Pejabat Jemput Jemaah Haji Purwakarta
"Jadi kita selalu mengimbau agar jemaah jangan terlalu lelah, dan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar," imbuhnya.
Untuk itu, ia berharap pelaksanaan ibadah haji di tahun depan, bidang kesehatan Arab Saudi harus melakukan skrining yang ketat saat pendaftaran jemaah haji sehingga jamaah bisa istiqahah dalam pelaksanaan ibadahnya.
"Apalagi tahun ini cuaca ekstrim baik di Makkah dan Madinah. Jemaah haji butuh fisik yang sehat," katanya.
Tim kesehatan, ucap dr Aris lagi selalu memberi edukasi terkait promosi kesehatan secara bergerilya di setiap sektor, bagaimana jemaah haji bisa melaksanakan ibadah dan mengatur aktivitas ibadahnya.
Karena memang jemaah haji Indonesia paling rajin melakukan ibadah sunah di Tanah Suci sehingga butuh fisik yang ekstra.
"Kita berharap jemaah bisa mematuhi dan menerima informasi kesehatan agar apa yang sama-sama kita inginkan, jemaah bisa sehat dalam melaksanakan ibadah selama di tanah suci," tuturnya.
Berita Terkait
-
Keren! Ambu Anne Kerahkan 201 Mobil Pejabat Jemput Jemaah Haji Purwakarta
-
Acungi Jempol! Apresiasi Arab Saudi untuk Petugas Haji Indonesia
-
Badai Pasir Sempat Ganggu Aktivitas Penerbangan di Bandara Madinah
-
Kesaksian Jemaah Haji Indonesia Saat Diterjang Badai Pasir: Langit Gelap
-
Detik-detik Menegangkan Badai Pasir di Bandara Madinah
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?