Suara.com - Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo kena operasi tangkap tangan atau OTT yang dilakukan KPK pada Kamis (11/8/2022) kemarin. Setidaknya ada 23 orang yang ditangkap dalam OTT itu termasuk Bupati Pemalang.
Tertangkapnya Bupati Pemalang menambah daftar hitam kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Yuk simak daftar kepala daerah ditangkap KPK Sepanjang 2022 ini.
1. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Pada Rabu, 1 Januari 2022, Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi ditangkap KPK. Bang Pepen, sapaan akrabnya, terjaring OTT KPK di rumahnya atas kasus dugaan suap pengadaan barang jasa dan lelang jabatan.
2. Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud
Pada Rabu, 12 Januari 2022, KPK melakukan OTT terhadap Bupati nonaktif Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud (AGM). Abdul Gafur Mas’ud ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap terkait kegiatan pekerjaan pengadaan barang, jasa dan perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara.
3. Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin
Kemudian pada 19 Januari 2022, Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin terjaring OTT KPK atas kasus suap. Terbit Rencana kemudian menyerahkan diri pada polisi.
4. Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono
Baca Juga: Bupati Pemalang Jadi Tersangka Korupsi Bareng Pj Sekda, 3 Kadis, dan Komisaris PDAU
KPK menangkap mantan Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono. Tagop Sudarsono ditangkap karena diduga menerima suap, gratifikasi, hingga melakukan tindak pidana pencucian uang.
5. Bupati Bogor Ade Yasin
Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin atau Ade Yasin diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 27 April 2022 di rumah dinasnya. Ade Yasin ditangkap terkait dugaan suap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat.
6. Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy
Richard Louhenapessy yang pada saat itu menjabat Wali Kota Ambon ditangkap KPK pada Mei 2022. Richard Louhenapessy ditangkap terkait dugaan menerima suap izin 20 gerai Alfamidi pada 2020.
7. Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti
Berita Terkait
-
Bupati Pemalang Jadi Tersangka Korupsi Bareng Pj Sekda, 3 Kadis, dan Komisaris PDAU
-
KAPAL KERUK! Dari Jual Beli Jabatan, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo Meraup Rp4 Miliar
-
Bupati Pemalang Diduga Terima Suap Rp6,1 Miliar dalam Kasus Jual Beli Jabatan
-
Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Ganjar Pranowo Instruksikan Wakil Bupati Ambil Alih Pemerintahan
-
Tokoh NU Komentari Penangkapan Bupati Pemalang oleh KPK: Beraninya Cuma Sama Kepala Daerah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu