Suara.com - Luas lapangan sepak bola di Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, hampir tak mampu menampung ribuan relawan dan masyarakat sekitar yang datang untuk mengikuti acara yang digelar Gerakan Rakyat Desa untuk Ganjar (Gardu Ganjar).
Pada pagi yang cerah itu, massa yang berusia dan berlatarbelakang profesi beragam itu bersatu dalam doa bersama dan deklarasi dukungan kepada Ganjar Pranowo untuk Presiden 2024. Mereka berharap Indonesia bisa terus maju dan diberikan pemimpin yang berkompeten. Sosok pemimpin tersebut adalah Ganjar Pranowo.
Tim 7 Nasional Gardu Ganjar untuk wilayah Provinsi Banten, Ahmad Wahyudin Nahsyar mengatakan, deklarasi dihadiri sekitar 5000 orang. Mereka datang dari berbagai daerah dan latar belakang.
"Kita berkumpul di sini selain untuk memeriahkan suasana HUT Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, kita juga tadi berdoa bersama, agar kita semua di Negara ini diberikan keselamatan. Lalu hari ini juga kita mewadahi dukungan ribuan warga Banten yang mendukung Ganjar Pranowo menjadi Presiden dari tahun 2024 hingga 2029 nanti," ujar Wahyudin.
Lebih lanjut, Wahyudin menjelaskan kenapa Ganjar Pranowo adalah sosok yang paling tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Bangsa. Ganjar adalah figur pemimpin yang adil, merakyat, jujur dan terbuka dengan semua kalangan.
"Beliau (Ganjar) juga orangnya ramah, ia juga merupakan pemimpin yang berbudaya. Dia sangat cinta dengan budaya-budaya yang ada di Tanah Air, tak terkecuali di Banten. Sebab itu, kami akan terus menjalin silaturahmi dengan warga Banten, dan memperkuat jaringan dukungan untuk Ganjar Presiden 2024," tuturnya.
Kedekatan sosok pemimpin berambut putih tersebut dengan masyarakat desa, disebut Wahyudin juga merupakan alasan kuat dirinya menyuarakan dukungan untuk Ganjar. Menurutnya, program Ganjar yang sarat kepedulian dan pemberdayaan masyarakat desa, harus diterapkan secara nasional.
Sementara itu, Ketua Panitia Gardu Ganjar wilayah Kabupaten Banten, Dedi Rivaldi menjelaskan, meskipun Ganjar Pranowo tidak bisa hadir dalam deklarasi tersebut, namun antusiasme warga dan para relawan yang hadir membuat suasana sangat meriah.
"Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Bahkan banyak dari mereka yang hadir dari wilayah pelosok Banten. Bagi warga Banten, acara seperti ini sudah tidak asing. Sebab beberapa kali kami menggelar kegiatan di Banten. Jadi mereka memang sudah tahu tentang Gardu Ganjar," jelas Dedi.
Baca Juga: Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres 2024, Siapa yang Makin Unggul?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Hari Ini 2 April, Termasuk Jateng DIY
-
Damkar Kota Bekasi: Kebakaran SPBE Cimuning Diduga Imbas Arus Pendek Listrik
-
Gempa M 7,6 di Sulut - Malut, Getarannya Terasa hingga Gorontalo
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulut - Malut, 2 Warga Manado Jadi Korban
-
Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, 12 Orang Luka Bakar hingga 70 Persen
-
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Warga Terdampak Didata
-
Gudang Elpiji di Bekasi Meledak dan Terbakar, Warga Panik Berhamburan
-
Usai Akui Ijazah Jokowi Asli, Pelapor Sepakat RJ Rismon, Kasus Segera SP3?
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan