Suara.com - Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mahfud MD menilai kasus kematian Brigadir J alias Yosua Hutabarat nyaris menjadi perkara yang hilang atau dark number, jika saja Bharada E tidak mengubah keterangan sesuai fakta.
Seperti diketahui, kematian Yosua menjadi janggal ketika dalam rilis resminya, Mabes Polri mengikuti skenario yang dibuat mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Dalam skenarionya, Yosua disebut tewas usai baku tembak dengan Bharada E atau Richard Eliezer di Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Kematian Yosua pada Jumat (8/7/2022) yang dikaitkan dengan kasus pelecehan seksual terhadap istri Ferdy itu sempat tertutup rapat selama beberapa hari. Sampai akhirnya kepolisian memberikan keterangan awal pada Senin (11/7/2022).
"Baru kan ini terbuka semua sesudah tanggal 8. Sesudah Bharada bilang saya membunuh atas perintah, tadinya saya membunuh sendiri, sekarang atas perintah dan dia memberi tahu siapa-siapa yang terlibat," kata Mahfud, Senin (22/8/2022)
"Besoknya gak bisa ngelak, ngaku lahir lah di situ bayi di situ bayi tersangka itu," sambung Mahfud dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPR dengan Kompolnas.
Menurut Mahfud, andai saja Bharada E tidak juga mengakui perbuatan dan terus menerus mengikuti alur skenario awal, maka tentu saja perkara kematian Yosua akan dianggap hilang begitu saja.
"Kalau nggak, ini jadi dark number itu, perkara yang hilang, yang tidak diketahui pada akhirnya. Skenarionya kan begitu," kata Mahfud.
Sebelumnya, Mahfud MD membantah pernah menyebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran akan menyusul Irjen Ferdy Sambo terkait kasia kematian Brigadir J atau Yosua Hutabarat.
Bantahan tersebut disampaikan Mahfud dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi III DPR dengan Kompolnas. Sebelumnya di dalam RDP sempat disinggung mengenai pemberitaan yang memberitakan pernyataan Mahfud ihwal Kapolda Metro Jaya.
"Saya juga tidak pernah sama sekali bilang, Kapolda Metro Jaya akan susul, itu di mana saya bilang gitu gak pernah," kata Mahfud, Senin (22/8/2022).
Mahfud justru mengira, Fadil Imran terkena prank atau rekayasa skenario yang dibuat Ferdy Sambo di awal-awal laporan kemarian Brigadir J. Seperti diketahui pada laporan awal, Mabes Polri merilis keterangan bahwa Yosua tewas usai insiden tembak menembak dengan Bharada E karena terkait kasus pelecegan terhadap istri Sambo.
Dalam perjalanannya di awal kasus, Fadil lewat video yang beredar sempat bertemu hingga memeluk Ferdy Sambo atas kasus yang dialami rekan sejawatnya tersebut.
"Saya malah sampai sekarang itu gak terpikir kalau Kapolda Metro Jaya bagian dari itu. Saya berpikirnya terus terang, dia kena prank juga ketika peluk nangis itu dalam pikiran saya, mungkin ini sama dibisikin, saya ini dizalimi bang sehingga dipeluk-peluk gitu dalam pikiran saya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!