Suara.com - Belakangan Sanna Marin menjadi sorotan publik usai video yang memperlihatkan dirinya tengah berada di sebuah pesta liar. Tak hanya video, sejumlah foto tamu telanjang dada di apartemennya pun juga tersebar di media sosial. Publik dibuat bertanya-tanya mengenai siapa Sanna Marin?
Pada minggu lalu, setidaknya ada dua video pribadi Marin yang beredar luas di media. Satu video memperlihatkan sosok yang diduga Marin tengah menari dan menyanyi sambil minum-minum alkohol bersama teman-temannya. Video lain menunjukkan perempuan 36 tahun tersebut tengah berdansa mesra dengan seorang pria misterius dindalam sebuah kelab di kawasan Helsinki.
Belum selesai terkait video yang beredar, muncul foto dua teman Marin yang tengah telanjang dada di apartemennya saat mereka menggelar pesta. Akibat beredarnya video dan foto skandal tersebut, Marin terus menjadi pusat perhatian hingga akhirnya ia muncul di depan publik lalu meminta maaf dan menangis hingga melakukan tes narkoba.
Lantas siapa Sanna Marin? Simak ulasan selengkapnya pada artikel berikut ini.
Siapa Sanna Marin?
Diketahui, Sanna Marin adalah Perdana Menteri termuda di Finlandia. Dia lahir dengan nama lengkap yaitu Sanna Mirella Marin.
Sanna lahir pada tanggal 16 November 1985 di kota Helsinki, Finlandia. Ia resmi menjadi Perdana Menteri perempuan termuda di dunia sejak tahun 2019 hingga hari ini.
Meskipun lahir di kota Helsinki, tetapi ia dibesarkan di Pirkkala, di mana Sanna berhasip lulus dari sekolah menengah pada tahun 2004. Orang tuanya memutuskan untuk berpisah ketika dirinya masih sangat muda. Usai perceraian orang tua, Sanna kemudian dibesarkan oleh ibunya.
Baca Juga: 6 Kontroversi Sanna Marin, PM Finlandia Tuai Kritikan karena Skandal 'Pesta Liar'
Sanna lalu melanjutkan studinya dalam bidang ilmu administrasi di University of Tampere (MA, 2017). Di tahun 2020 Marin memutuskan untuk menikah dengan seorang pria bernama Markus Rikknen. Puncak karier berpolitiknya saat dia berhasil menjadi seorang pemimpin liberal Partai Sosial Demokrat di tahun 2020 di usianya yang baru menginjak angka 35 tahun.
Karier politiknya, saat ini ternyata tak dicapai secara instan. Sanna bahkan sempat bekerja di sebuah toko roti dan sebagai kasir. Lalu, pada tahun 2006 dia memutuskan untuk bergabung dengan kelompok sayap pemuda Partai Sosial Demokrat di tahun 2006. Selanjutnya, dua tahun kemudian dia memutuskan mencalonkan diri untuk menduduki kursi di dewan kota Tampere.
Meskipun dikesempatan pertama ia gagal, namun tak menyurutkan semangatnya. Sanna lantas kembali mencalonkan diri pada tahun 2012 dan ia terpilih. Setelah itu, ia diangkat menjadi ketua dewan di tahun berikutnya. Sanna tetap berada dalam jabatan itu setelah dia berhasil untuk mencalonkan diri sebagai anggota parlemen pada tahun 2015 lalu.
Dua tahun kemudian ia resmi terpilih sebagai wakil pemimpin pertama Sosial Demokrat, selain itu dia juga terpilih kembali ke dewan kota. Kemudian, dalam pemilihan parlemen tahun 2019, Sanna berhasil mempertahankan kursi jabatannya.
Antti Rinne, Pemimpin Sosial Demokrat pada saat itu lantas menunjuk Sanna Marin sebagai menteri transportasi dan komunikasi. Namun di tengah masa jabatannya, Rinne memutuskan untuk mengundurkan diri usai dinyatakan bersalah saat menangani perselisihan gaji yang saat itu melibatkan layanan pos sehingga mengancam pembubaran pemerintah koalisi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar