News / Internasional
Senin, 18 Mei 2026 | 09:35 WIB
Mengenal Pembunuh Aramoc, Drone Milik Iran yang Bikin Isreal Kocar-Kacir [The Jerusalem Post]
Baca 10 detik
  • Sebuah drone menyerang fasilitas nuklir Barakah di Uni Emirat Arab pada Minggu, 17 Mei 2026, yang memicu kebakaran generator.
  • Pemerintah Uni Emirat Arab mengecam serangan teroris tersebut dan berkomitmen melakukan balasan militer atas insiden di wilayahnya.
  • Insiden ini meningkatkan ketegangan kawasan saat Amerika Serikat dan Israel menyusun opsi serangan militer terhadap Iran.

Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah sebuah drone menyerang fasilitas nuklir milik Uni Emirat Arab, Minggu (17/5/2026) waktu setempat.

Serangan itu terjadi di tengah ancaman keras Presiden Donald Trump kepada Iran agar segera menyepakati proposal perdamaian terbaru dari Amerika Serikat.

Drone tersebut menghantam area perimeter Barakah Nuclear Power Plant, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di UEA.

Ledakan memicu kebakaran pada generator listrik di luar fasilitas.

Pemerintah UEA menyebut insiden itu sebagai serangan teroris tanpa provokasi.

Meski tidak secara langsung menunjuk pelaku, UEA menegaskan akan melakukan balasan.

Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]

Serangan terjadi hanya beberapa saat setelah Trump berbicara dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Menurut laporan sejumlah media internasional, Israel dan Amerika Serikat tengah mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran setelah Teheran menolak proposal damai terbaru Washington.

“Bagi Iran, waktunya terus berjalan dan mereka harus bergerak cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. Waktu sangat sempit” tulis Trump melalui media sosialnya dilansir dari Al Jazeera.

Baca Juga: Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali

Otoritas UEA mengungkapkan terdapat tiga drone yang diluncurkan ke wilayah mereka pada hari yang sama.

Serangan terhadap fasilitas nuklir Barakah menjadi perhatian dunia karena merupakan pertama kalinya kompleks dengan empat reaktor itu menjadi target sejak konflik regional pecah.

International Atomic Energy Agency (IAEA) langsung mengecam serangan tersebut.

Badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa itu menegaskan level radiasi masih dalam kondisi aman, namun menyerukan pengendalian militer maksimal di sekitar fasilitas nuklir.

Pembangkit nuklir Barakah sendiri dibangun dengan investasi sekitar US$20 miliar bersama Korea Selatan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dikabarkan langsung melakukan komunikasi dengan Seoul usai serangan terjadi.

Load More