- Sebuah drone menyerang fasilitas nuklir Barakah di Uni Emirat Arab pada Minggu, 17 Mei 2026, yang memicu kebakaran generator.
- Pemerintah Uni Emirat Arab mengecam serangan teroris tersebut dan berkomitmen melakukan balasan militer atas insiden di wilayahnya.
- Insiden ini meningkatkan ketegangan kawasan saat Amerika Serikat dan Israel menyusun opsi serangan militer terhadap Iran.
Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah sebuah drone menyerang fasilitas nuklir milik Uni Emirat Arab, Minggu (17/5/2026) waktu setempat.
Serangan itu terjadi di tengah ancaman keras Presiden Donald Trump kepada Iran agar segera menyepakati proposal perdamaian terbaru dari Amerika Serikat.
Drone tersebut menghantam area perimeter Barakah Nuclear Power Plant, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di UEA.
Ledakan memicu kebakaran pada generator listrik di luar fasilitas.
Pemerintah UEA menyebut insiden itu sebagai serangan teroris tanpa provokasi.
Meski tidak secara langsung menunjuk pelaku, UEA menegaskan akan melakukan balasan.
Serangan terjadi hanya beberapa saat setelah Trump berbicara dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Menurut laporan sejumlah media internasional, Israel dan Amerika Serikat tengah mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali operasi militer terhadap Iran setelah Teheran menolak proposal damai terbaru Washington.
“Bagi Iran, waktunya terus berjalan dan mereka harus bergerak cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. Waktu sangat sempit” tulis Trump melalui media sosialnya dilansir dari Al Jazeera.
Baca Juga: Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali
Otoritas UEA mengungkapkan terdapat tiga drone yang diluncurkan ke wilayah mereka pada hari yang sama.
Serangan terhadap fasilitas nuklir Barakah menjadi perhatian dunia karena merupakan pertama kalinya kompleks dengan empat reaktor itu menjadi target sejak konflik regional pecah.
International Atomic Energy Agency (IAEA) langsung mengecam serangan tersebut.
Badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa itu menegaskan level radiasi masih dalam kondisi aman, namun menyerukan pengendalian militer maksimal di sekitar fasilitas nuklir.
Pembangkit nuklir Barakah sendiri dibangun dengan investasi sekitar US$20 miliar bersama Korea Selatan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dikabarkan langsung melakukan komunikasi dengan Seoul usai serangan terjadi.
Berita Terkait
-
Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali
-
Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?
-
Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom
-
Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton
-
Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya Sudah Jadi Masalah Nasional
-
Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi, Puan: Jabatan Komisaris BUMN Harus Profesional dan Kompeten!
-
Cerita Korban Penjualan Tiket Spekulatif Piala Dunia 2026, Sudah Bayar Rp 107 Juta Tapi Zonk
-
Negara Gagal Biayai Wajib Belajar, Anak Miskin Malah Disandera Ijazahnya
-
Viral! Patwal RI 21 Pepet Mobil Warga di Senayan, Pengemudi Protes Dipaksa Berhenti
-
Plastik Terurai Jadi Partikel Makin Kecil: Mengapa Nanoplastik Kini Menjadi Perhatian Ilmuwan?
-
Alasan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Prabowo Ingin Beri Penghormatan Khusus
-
'Saling Membersamai', Roy Suryo Hadiri Sidang dr Tifa Usai Praperadilannya Ditunda