Suara.com - Kementerian Kesehatan Libya hari Minggu (28/8/2022) mengatakan sedikitnya 23 orang tewas dan 140 lainnya luka-luka dalam bentrokan antara kekuatan yang saling bersaing di pemerintah.
Mobil-mobil yang hangus terbakar tampak di jalan-jalan Tripoli, sementara pasukan bersenjata dari kedua pihak berpatroli ketika meningkatnya aksi kekerasan setelah dua tahun yang relatif tenang.
Media-media lokal melaporkan Brigade Revolusioner Tripoli, yang dipimpin Haitham Tajouri, berperang melawan milisi lain yang bersekutu dengan Abdel Ghani Al Kikli, seorang panglima perang yang dikenal sebagai “Gheniwa.”
Pemerintah Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibah, yang berbasis di Tripoli, mengatakan bentrokan tak terelakkan ketika satu milisi menembaki yang lain.
Namun aksi kekerasan itu tampaknya dipicu oleh perebutan kekuasaan antara Dbeibah dan pesaingnya – Perdana Menteri Fathy Bashagha – yang berbasis di kota pesisir Sirte.
Anggota Dewan Kota Tripoli telah menyerukan ketenangan setelah bentrokan berdarah hari Sabtu itu.
Libya, sebuah negara kaya minyak, jatuh ke dalam kekacauan setelah penggulingan dan pembunuhan Moammar Ghadafi pada tahun 2011 selama pemberotakan warga yang didukung NATO. (Sumber: VOA)
Berita Terkait
-
5 Fakta Libya, Negara Ini Pernah Menjadi Bagian dari Kesultanan Ottoman
-
Produsen Kapal Asal Jepara Berharap Bisa Buka Pasar Libya
-
Jateng Kerjasama dengan Libya, Kapal Mesin Nelayan Indonesia Lebih Maju
-
Kuburan Massal Ditemukan di Libya Diduga Korban Kekejaman Milisi Kaniyat
-
Pengurangan Pasokan Rusia dan Pemadaman dari Libya Bikin Harga Minyak Makin Ngegas!
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!