Suara.com - Belum lama ini, media sosial dihebohkan dengan video yang mempertontonkan aksi nekat seorang wanita masuk lapangan sepak bola dan memaksa salah satu pemain untuk pulang.
Kejadian tersebut menjadi sorotan lantaran wanita tersebut masuk lapangan dan menarik salah satu pemain yang diketahui merupakan suaminya ketika pertandingan sedang berlangsung.
Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @ndorobei.official pada Selasa (30/08/22) lalu.
Dalam video yang beredar, terlihat momen ketika si wanita mengajak suaminya untuk berjalan ke pinggir lapangan. Kedunya sempat terlibat cek-cok.
Setelah viralnya kejadian tersebut, si wanita yang nekat menjemput suaminya yang tengah bertanding bola memberikan klarifikasinya.
Melalui unggahan kanal YouTube EM STUDIO pada Kamis (31/08/22), wanita yang diketahui bernama Siti Aminah alias Si Iteung tersebut akhirnya berani buka suara.
Pria Tersebut adalah Suaminya
Setelah beredarnya video viral tersebut, sempat beredar kabar simpang siur mengenai status keduanya. Apakah merupakan sepasang kekasih, suami istri, atau keluarga.
Si Iteung pun menegaskan bahwa keduanya merupakan suami istri.
Baca Juga: Datangi Sejumlah Indekos di Karawang, Satpol PP Temukan 28 Pasangan Bukan Suami Istri
"Suami istri," jawab Si Iteung.
Nekat Jemput ke Lapngan karenaTak Kunjung Pulang ke Rumah
Wanita tersebut menerangkan bahwa alasan mengapa dirinya nekat masuk ke lapangan adalah karena dirinya hendak menjemput sang suami yang tidak kunjung pulang ke rumah.
Dirinya ingin segera menyelesaikan permasalahan rumah tangganya.
"Ada masalah rumah tangga. Masalah pribadi. Ya, pengen diselesaikan saja gitu. Soalnya janjinya mau pulang hari Sabtu, ternyata sampai hari Senin. Tapi ya gimana gitu. Jadi pengenlah nyelesaiin masalah," terangnya.
Suami Sudah Pernah Diperingatkan
Dalam kesempatan tersebut wanita asal Madura ini menjelaskan bahwa dirinya sudah sering memperingatkan suami soal masalah main sepak bola.
Jika sang suami nekat main sepak bola tanpa izinnya, maka ia akan menghampiri dan menjemput paksa suaminya.
"Sebelum ini pun, pernah saya bilang kalau seumpama main bola, saya nggak ngasih izin, saya bakal masuk lapang. Bahkan bawa anak gitu. Tapi kan pas kemarin posisinya jauh dari Madura. Kalau bawa anak kasihan. Jadi nggak bawa anak, sendirian," katanya.
Merasa Menyesal
Wanita ini mengungkapkan bahwa dirinya menyesal atas perbuatan yang telah ia lakukan.
Ia ingin meminta maaf kepada para panitia. Terutama kepada sang suami.
"Saya malah menyadari perbuatan saya itu salah. Makanya saya sekarang berani ke sini pengen minta maaf buat panitia kemarin yang ada di lapang. Terutama buat suami saya. Bukannya saya enggak menghormati," jelasnya sambil menangis.
Sudah Minta Maaf kepada Suami
Setelah kejadian tersebut, ia mengungkapkan bahwa permasalahan dengan sang suami sudah selesai. Keduanya sudah saling berbicara dan saling meminta maaf.
"Saya mah pengennya minta maaf sama suami. Walaupun kemarin sudah minta maaf secara langsung. Suami saya pun memaafkan, memahami. Saya juga memahami kalau dia punya salah," terangnya.
Alasan Melarang Suami Main Sepak Bola
Wanita ini juga turut menjelaskan alasan mengapa dirinya melarang sang suami bermain sepak bola. Alasannya adalah pada momen tersebut, sang suami seharusnya bekerja.
"Awalnya ya karena lagi musim panen ya. Panen padi. Lagi ada kerjaan gitu. Jadi pengennya jangan dulu, tapi kalau pas lagi nggak ada kerjaan mah silakan saya nggak melarang," ujarnya.
Berita Terkait
-
Datangi Sejumlah Indekos di Karawang, Satpol PP Temukan 28 Pasangan Bukan Suami Istri
-
Suami Istri Wajib Catat! Ini Daftar 30 Sumber Pertengkaran karena Urusan Beres-beres Rumah Tangga
-
Akui Perbuatannya Tak Beradab, Pelaku Perusakan Fasilitas Kafe Milik Abidzar Al Ghifari Minta Maaf
-
Viral Suami Istri di Luwu Timur Jadi Tersangka Karena Adopsi Anak dari Sahabat Karib
-
Keluarga Pasangan Suami Istri Korban Pembunuhan di Kota Baubau Berunjuk Rasa
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak