Suara.com - Puan Maharani mengaku kesulitan dalam melakukan kegiatan berkuda meski diajarkan langsung oleh Prabowo Subianto. Adapun kegiatan berkuda itu menjadi salah satu agenda pertemuan antara Puan dan Prabowo di Hambalang, Bogor, Minggu (4/9/2022).
Puan yang baru mengetahui lebih detail tentang berkuda mengatakan bahwa menunggangi kuda memang perlu keberanian dan semangat. Bukan hanya itu, sinergi antara penunggang dan kuda juga diperlukan.
"Dan ternyata tidak semudah yang saya lihat di film-film atau TV-TV. Naik kuda itu juga perlu teori yang baik dan benar," kata Puan dalam konferensi pers usai pertemuan di kediaman Prabowo, Hambalang.
Puan mengatakan bahwa ia memerlukan ketenangan diri saat melakukan olah raga berkuda.
"Enggak boleh grogi. Itu juga mungkin saya datang ke sini dengan penuh ketenangan karena saya merasa datang ke rumah keluarga sendiri," ujar Puan.
Sementara itu Prabowo menceritakan ihwal kegiatan berkuda yang sempat dilakukan bersama Puan.
"Tadi mbak Puan berkenan untuk mulai latihan naik kuda. Karena tahu bahwa di sini kita melatih kuda juga untuk olah raga equestrian ya. Sesudah itu saya sempat kita makan-makan, ramah tamah habis itu kita berbincang-bincang," kata Prabowo.
Dalam konferensi pers, Prabowo juga mengungkapkan hubungan ia dengan keluarga Puan, yakni Presiden RI ke-lima Megawati Soekarnoputri serta almarhum Taufik Kiemas, suami Megawati.
"Jadi hubungan kekeluargaan yang sudah lama terjalin. Mungkin sudah generasi ketiga orang tua saya dekat dengan orang tua Ibu Mega dan seterusnya. Kakek saya juga sama Bung Karno," ujar Prabowo.
Baca Juga: Puan Tersipu Saat Prabowo Sebut Kemungkinan Berduet dengannya di Pilpres 2024
Dalam kesempatan yang sama, Puan pun mengaminkan kedekatan hubungan dua keluarga mereka.
"Seperti yang tadi disampaikan Mas Prabowo memang hubungan kami, keluarga kami itu sudah jauh berjalan," ucap Puan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!
-
Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan
-
Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara