News / Nasional
Rabu, 07 September 2022 | 11:59 WIB
Ketua DPR RI, Dr. (H.C) Puan Maharani. (Dok: DPR)

Melalui pengeras suara di mobil komando, salah satu peserta aksi menyinggung sikap Puan Maharani yang kini hanya diam ketika pemerintah menaikkan harga BBM.

Sementara dulu, pada 2008, Puan menangis ketika pemerintahan SBY menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Hari ini kita nyari Puan Maharani yang dulu nangis-nangis ketika BBM dinaikkan," kata salah satu orator dari atas mobil komando.

Peserta aksi bawa foto Puan sedang menangis

Ada pemandangan unik di tengah aksi penolakan kenaikan harga BBM di depan Gedung DPR RI Jakarta, pada Selasa (6/9/2022).

Peserta aksi tak hanya membawa atribut seperti spanduk raksasa yang bertulis kalimat protes, namun ada juga yang membawa foto Puan Maharani yang tengah menangis.

Foto diambil dari momen ketika Puan menangis pada 2008 lalu, ketika pemerintahan SBY hendak menaikkan harga BBM.

Dalam foto itu ada sebuah kalimat penolakan, yakni "TOLAK KENAIKAN BBM". Keberadaan foto tersebut di tengah aksi bukan hanya suatu hal yang menarik, namun menjadi sindiran telak untuk Puan Maharani.

Dinilai wajar oleh partai oposisi 

Baca Juga: Geger Mahasiswi Diduga Hina Jokowi Saat Demo Kenaikan Harga BBM, Ada yang Sebut-sebut Nama Sambo

Mengenai maraknya sindiran yang ditujukan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani, terkait perbedaan sikapnya soal kenaikan harga BBM, politikus Partai Keadilan Sejahtera, Mardani Ali Sera ikut angkat suara.

Menurut dia, segala sindiran yang muncul saat ini dan ditujukan kepada Puan Maharani, adalah hal yang wajar.

Mardani Ali Sera mengatakan, sindiran tersebut merupakan wujud kemarahan publik terhadap Puan Maharani yang merupakan representasi lembaga legislatif.

Namun kemarahan tersebut, lanjut Mardani, tidak hanya ditujukan kepada Puan. Publik juga marah kepada Presiden Joko Widodo yang mengambil kebijakan menaikkan harga BBM tersebut.

Kemarahan itu, menurut Mardani, disebabkan kenaikan harga BBM semakin menyengsarakan rakyat dan memberatkan bebah hidup masyarakat.

Dibela oleh partainya sendiri, PDIP

Di tengah sejumlah kritikan dan sindiran yang diarahkan kepada Puan Maharani, Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah angkat bicara membela Puan.

Menurut dia, kondisi yang dihadapi pemerintahan Presiden SBY dulu dengan pemerintahan Presiden Jokowi saat ini jauh berbeda. Sehingga keputusan untuk menaikkan harga BBM pun diambil atas pertimbangan yang berdeda pula.

"Dulu apa sih problematiknya sekarang apa kan beda, pandemi, minyak hancur sehancur-hancurnya. Tingkat permintaan tinggi tiba-tiba ada perang padahal rantai pasok global belum sempurna goyang semua negara," kata Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2022).

Karena itulah, menurut dia, tidak elok rasanya jika sejumlah pihak saat ini menyamakan sikap PDI Perjuangan dulu dan sekarang terkait kenaikan harga BBM.  

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More