News / Internasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:22 WIB
Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R Ford (Wikipedia)
Baca 10 detik
  • Kapal induk USS Gerald R. Ford terbakar di ruang cuci namun tetap beroperasi penuh.

  • Dua kru kapal mengalami luka-luka akibat insiden teknis di tengah konflik Laut Merah.

  • Pesawat KC-135 milik AS jatuh di Irak saat menjalankan misi Operasi Epic Fury.

Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari armada tempur laut utama Amerika Serikat yang sedang bertugas di wilayah konflik Perang Amerika Serikat, Iran dan Israel.

Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R Ford dilaporkan mengalami insiden kebakaran hebat pada hari Kamis (12/3).

Peristiwa ini terjadi di saat tensi peperangan antara pihak AS-Israel melawan Iran berada pada titik didih.

Meskipun api sempat berkobar, pihak militer segera melakukan tindakan cepat guna mengamankan aset strategis tersebut.

Berdasarkan laporan resmi, dua anggota kru kapal menjadi korban luka dalam kecelakaan tak terduga ini.

Komando Pusat AS (CENTCOM) memberikan penjelasan detail mengenai titik awal munculnya api melalui platform media sosial X.

"USS Gerald R Ford (CVN 78) mengalami kebakaran yang berasal dari ruang cuci utama kapal. Penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran," kata CENTCOM.

Pihak berwenang menegaskan bahwa kobaran api bukan dipicu oleh serangan musuh atau aktivitas tempur langsung.

Identifikasi awal menunjukkan bahwa masalah teknis di area domestik kapal menjadi pemicu utama insiden tersebut.

Baca Juga: Diisukan Tewas, Benjamin Netanyahu Akhirnya Muncul ke Publik Langsung Ancam Mojtaba Khamenei

Tim pemadam kebakaran di dalam kapal berhasil mengendalikan situasi sebelum kerusakan meluas ke bagian vital.

Meskipun sempat terjadi kepanikan, CENTCOM memastikan bahwa sistem pendorong utama kapal induk tidak mengalami gangguan.

"Kapal induk tetap beroperasi penuh. Dua pelaut saat ini sedang menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil."

Kedua personel yang terluka kini berada di bawah pengawasan medis ketat untuk pemulihan kondisi mereka.

Kapal induk terbesar di dunia ini dipastikan masih mampu menjalankan misi tempurnya di kawasan Laut Merah.

Fakta bahwa kapal tetap fungsional menjadi poin penting bagi stabilitas militer AS di wilayah Timur Tengah.

Load More