- Kepala Desa Purwasaba Banjarnegara dikeroyok puluhan orang usai menolak pembatalan hasil seleksi perangkat desa.
- Insiden kekerasan terjadi pada Selasa (11/3/2026) saat kepala desa hendak meninggalkan Balai Desa Purwasaba.
- Kepala Desa berencana melapor ke Propam Mabes Polri atas pengeroyokan dan sikap aparat kepolisian setempat.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf, dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang usai aksi unjuk rasa di Balai Desa Purwasaba, Selasa (11/3/2026).
Video yang memperlihatkan kondisi Kades nyentrik bertato ini dengan seragam dinas yang terkoyak pun viral di media sosial.
Berikut adalah 5 fakta di balik insiden ricuh penjaringan perangkat desa yang menimpa Hoho Alkaf seperti dirangkum Suara.com:
1. Dipicu Ketidakpuasan Hasil Seleksi Perangkat Desa
Kericuhan ini bermula dari aksi demonstrasi ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menuntut pembatalan hasil penjaringan perangkat desa.
Massa mendesak agar seleksi diulang karena salah satu anggota mereka tidak lolos.
"Saya dipaksa untuk mengulang (seleksi perangkat desa) karena anggota dari LSM itu nilainya di bawah, tapi maunya diulang. Lah nanti kalau seperti ini, kita itu sudah kiblatnya itu regulasi," ujar Hoho Alkaf dalam unggahan video di Instagram miliknya, dikutip pada Jumat (13/3/2026).
2. Detik-detik Pengeroyokan: Kacamata Pecah dan Baju Robek
Insiden kekerasan terjadi saat Hoho hendak meninggalkan aula balai desa menuju mobilnya.
Baca Juga: Pengeroyokan Sopir Truk oleh Petugas Bea Cukai Batam, Komisi III DPR: Tangkap Semua Pelaku!
Meski ada aparat di lokasi, Hoho mengaku serangan datang bertubi-tubi dari berbagai arah sebelum dirinya sempat mendapatkan pengawalan maksimal.
Selain kacamata pecah, atribut kedinasan seperti papan nama dan logo di seragamnya pun terlepas akibat ditarik massa.
"Setelah selesai audiensi, saya keluar dikeroyok puluhan orang. Saya dipukulin, kacamata saya hancur, baju saya robek-robek, atribut saya pada lepas," ungkapnya.
3. Tuding Kapolsek Mandiraja Tidak Adil
Salah satu poin paling krusial dalam protes Hoho Alkaf adalah sikap aparat keamanan setempat.
Ia menuding Kapolsek Mandiraja justru bertindak tegas kepada pendukungnya, namun membiarkan massa LSM tetap berada di area balai desa.
Berita Terkait
-
Buntut Kasus Undip, DPR Akan Evaluasi Total Permendikbudristek Soal Kekerasan
-
Aksi Brutal di Kemang: 4 Pria Diduga Mabuk Ngamuk di Kafe, Pengunjung dan Karyawan Babak Belur
-
Vonis Kasus Tristan: 7 Pemuda Sleman Dihukum 8-10 Tahun, Cegah Klitih atau Murni Penganiayaan?
-
Pengeroyokan Sopir Truk oleh Petugas Bea Cukai Batam, Komisi III DPR: Tangkap Semua Pelaku!
-
Kutuk Keras Pengeroyokan Wasit di Rembang, Exco PSSI Desak PSIR Didiskualifikasi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!