Suara.com - Para tokoh agama di dunia harus memikirkan cara ataupun upaya agar agama bisa menjadi bagian solusi dari masalah-masalah global yang ada, kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf.
Dalam konferensi pers Forum Religion of Twenty (R20) atau G20 Religion Forum di Jakarta, hari ini, Yahya Cholil mengatakan PBNU menggagas penyelenggaraan R20 yang akan mempertemukan para pimpinan agama terkemuka dari seluruh dunia pada 2 sampai 3 November 2022 di Nusa Dua, Bali, untuk mendiskusikan upaya ataupun cara agar agama bisa berperan sebagai solusi masalah global.
Yahya Cholil menyebut masalah global itu di antaranya, persoalan ekonomi, politik global, dan lingkungan hidup, sebagaimana yang juga didiskusikan dalam forum G20.
Yahya Cholil menyampaikan gagasan dasar dari penyelenggaraan R20 yang didukung penuh oleh pemerintah adalah keinginan PBNU untuk membuat satu pijakan diskusi antara pemimpin-pemimpin agama yang lebih jujur dan langsung menyasar ke masalah-masalah nyata yang ada.
Selain masalah global, kata dia, ada pula masalah antar-agama di dunia ini yang perlu dicarikan penyelesaiannya.
Yahya Chohlil sejauh ini di berbagai belahan dunia, masih terdapat masalah antaragama yang tidak kunjung terselesaikan, seperti persekusi dan diskriminasi terhadap suatu kelompok agama.
"Seperti yang terjadi di Irak, sejak 2003 sampai hari ini, masih terus berlangsung persekusi. Di Irak itu, pada tahun 1990-an komunitas Kristen di sana mencapai sekitar 3,5 juta populasinya. Hari ini, tinggal tidak lebih dari 200.000 orang," ujar dia.
Oleh karena itu, dia menekankan R20 sebagai forum yang juga diselenggarakan terkait dengan momentum keketuaan G20 Indonesia bertujuan menjadikan agama sebagai solusi dari beragam masalah, baik masalah global secara umum maupun masalah antaragama.
Selain itu, forum tersebut juga mengupayakan agar agama berhenti menjadi sumber masalah.
Baca Juga: PBNU Soroti Kenaikan BBM, Sistem Terbuka Jadi Akar Masalah Subsidi tidak Tepat Sasaran
Berita Terkait
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Luluh Lantakkan Kota Caracas, Ini Besaran Dua Gempa yang Guncang Venezuela
-
Gempa Bumi Venezuela, Banyak Gedung Runtuh di Caracas dan La Guaira
-
Diduga Terima Suap Ruko dan Miliaran Rupiah, Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Perdana
-
Venezuela Diguncang Gempa Bumi 'Raksasa' 7,2 SR, Korban Berjatuhan
-
Mendagri Hadiri Puncak PENAS XVII 2026, Dukung Penguatan Petani dan Nelayan di Gorontalo
-
Mendagri Tegaskan Penguatan Program Bedah Rumah sebagai Bentuk Keberpihakan kepada Rakyat
-
6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur