"Jadi dari tahun 2014 sampai 2019 dipertanyakan di Indonesia lukisan gua ini kok umurnya tua sekali," kata Adhi yang sekarang melanjutkan pendidikan doktoral di Griffith University namun berbasis di Jakarta.
"Peneliti sebelumnya memperkirakan lukisan gua tersebut berasal dari zaman lain," katanya.
"Sekarang dengan penemuan kubur di Liang Tebo ini sudah ada bukti bahwa manusia yang hidup satu zaman dengan lukisan gua tersebut."
Selain itu menurut Adhi Agus, penemuan mengenai tindakan amputasi tersebut memperkokoh pendapat jika orang di Nusantara dulu bisa mengobati orang lain.
Namun siapa yang menguburkan fosil tersebut masih menjadi misteri.
Para arkeolog sebelumnya sudah banyak menemukan berbagai artefak seperti peralatan dari batu, namun fosil manusia jarang sekali ditemukan.
Ini disebabkan karena kawasan tersebut adalah daerah tropis di mana mayat bisa rusak dengan cepat atau dimakan serangga sebelum berhasil ditemukan.
Bahkan bila dikuburkan di bagian kawasan bebatuan yang lebih terlindungi dan lebih dingin, hal tersebut bukanlah hal yang ideal.
Ini disebabkan karena keasaman tanah, disebabkan karena kotoran dari kelelawar yang tinggal di dalam gua-gua tersebut.
Baca Juga: Candi Ratu Boko, Situs Purbakala yang Indah dan Terawat di Indonesia
Penggalian di tahun 2020
Jadi di tahun 2020, ketika ditemukannya fosil dari manusia tersebut, kemungkinan berusia 20 tahun, Dr Maloney dan para peneliti lain dari Australia dan Indonesia menduga mereka menemukan seseorang yang berasal dari tahun yang sama dengan mereka yang melukis gua.
Pengecekan sedimen di sekitar penemuan, serta dari salah satu gigi manusia tersebut menunjukkan ia hidup sekitar 31 ribu tahun lalu.
Ini tidak saja konsisten dengan lukisan gua dan penemuan barang-barang seni di kawasan tersebut, namun juga pemakaman manusia modern tertua di Asia Tenggara.
Ketika para arkeolog melakukan penggalian dengan hati-hati mereka menemukan bahwa yang hilang adalah bagian bawah kaki kirinya.
Bagian yang masih ada tampak seperti telah dipotong dengan benda tajam namun keadaannya masih bagus.
Hal ini menunjukkan amputasi mungkin dilakukan antara enam sampai delapan tahun sebelum orang ini meninggal, yang artinya terjadi ketika masih kanak-anak atau remaja.
Menurut Dr Maloney, bentuk tulang fosil tersebut berbeda dibandingkan misalnya bagian kaki yang digigit binatang atau terhimpit batu.
"Biasanya ketika tulang retak karena kejatuhan batu atau misalnya digigit binatang, seperti buaya, bentuknya tidak sama dengan apa yang kami temukan dari fosil di Liang Tebo," katanya.
Namun mengenai apa yang digunakan untuk melakukan amputasi masih belum diketahui.
Besar kemungkinan adalah potongan batu yang tajam, kata Renaud Joannes-Boyau pakar dari Southern Cross University yang melakukan penentuan usia fosil tersebut.
"Sudah pernah ditemukan peralatan batu dari zaman pra sejarah yang begitu tajamnya, yang bisa dengan gampang melukai badan kita."
"Dan kalau kita harus memotong bagian sendi atau antar tulang, maka besar kemungkinan diperlukan peralatan lainnya juga.
"Tetapi kami tidak mengetahui dengan pasti peralatan apa yang digunakan."
Lebih banyak lagi yang bisa terungkap
Di saat manusia yang tinggal di Liang Tebo tersebut hidup dan meninggal, dunia berada di zaman es dengan permukaan laut lebih rendah dibandingkan sekarang sehingga banyak pulau di Asia Tenggara saling bersatu.
Dalam waktu bersamaan di Eropa, ada juga bukti tindakan amputasi jari tangan namun dengan alasan berbeda.
Menurut arkeolog dari La Trobe University di Melbourne, Andy Herries, tapi tidak ikut dalam penelitian di Liang Tebo, di kawasan selatan Polandia bernama Oblazowa ditemukan beberapa jari tangan tanpa potongan tubuh lain.
"Ini sudah diduga oleh mereka yang menemukan sebagai bukti adanya jari tangan yang diamputasi," katanya.
Tetapi katanya, kalau memang itu kemungkinan terbesarnya, "mereka melakukannya untuk alasan yang sangat berbeda, mungkin melakukan untuk alasan simbolis".
"Apa yang terjadi di Liang Tebo tampaknya tindakan untuk menyelamatkan hidup dan ini adalah bukti pertama yang kita dapatkan mengenai intervensi medis dalam tingkat secanggih ini."
Menurut Dr Joannes-Boyau, para peneliti masih akan terus mendalami penemuan fosil tersebut untuk menentukan pasti berapa usianya ketika orang tersebut diamputasi, dengan melakukan penelitian lebih mendalam terhadap giginya.
Dan para arkeolog yang dipimpin oleh Profesor Maxime Aubert dari Griffith Universitas masih terus melakukan penggalian di Liang Tebo dan berharap menemukan temuan bersejarah baru.
"Kami akan melakukan lebih banyak penggalian juga lebih dalam ke dasar gua, dan lebih luas juga, kami berharap akan menemukan banyak hal baru," kata Profsor Aubert.
Laporan tambahan oleh Sastra Wijaya
S imak artikelnya dalam bahasa Inggris di ABC News
Berita Terkait
-
Viral Tubuh Balita Dipenuhi Cacing hingga Meninggal Dunia, Ini Bahaya Parasit Cacing Bagi Manusia!
-
Misteri di Balik Pembunuhan Mengerikan di Jombang, Kepala Korban Ditemukan Terpisah
-
Nekat Nyebur Meski Tak Bisa Berenang, Psikolog Forensik Jelaskan Penyebab 7 Remaja yang Tewas di Kali Bekasi
-
Hati-hati! Tubuh Manusia Punya Arus Listrik hingga 3.500 Volt, Ini Cara Mencegahnya
-
Dialami Dorman Borisman Sebelum Meninggal, Ini Sebab Diabetes Bikin Kaki Diamputasi
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional